Senin, 18 Mei 2026, pukul : 09:09 WIB
Surabaya
--°C

Taliban Bergantung pada Pendanaan Tiongkok

Kabul-Kempalan: Kepulangan pasukan militer AS pada awal bulan September yang dilanjuti perayaan oleh Taliban nyatanya tidak lebih dari perayaan semata karena Taliban tidak bisa untuk mengandalkan dirinya sendiri untuk membangun kembali negara yang telah mereka ambil alih.

Melansir dari Aljazeera, Juru bicara Taliban yaitu Zahibula Mujahid memberikan jawabannya pada salah satu media Italia bahwa Taliban bergantung kepada Tiongkok terkait pendanaan untuk membangun kembali ekonomi serta infrastruktur di negara yang baru saja “Merdeka kembali”.

Zahibula Mujahid berkata bahwa sudahnya perang oleh AS selama 20 tahun lamanya kemungkinan akan menyebabkan ketatutan kolapsnya ekonomi serta kelaparan yang melanda seluruh penjuru negeri.

“Tiongkok merupaka mitra paling penting kami dan memberikan kesempatan luar biasa bagi kami untuk membangun kembali negeri kami karena mereka (Tiongkok) telah siap untuk investasi di negeri kami” ucap Zahibula.

Ia juga menambahkan bahwa rencana Tiongkok membangun New Silk Road (terj: Jalur Sutra Baru) yang merupakan upaya Tiongkok memperluas infrastukrur di region serta meningkatkan influensi secara global diterima secara penuh oleh pihak Taliban.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBB yaitu Antonio Guterres berkata bahwa Afghanistan sedang dalam masa krisis humanitarian karena sangat rentan dengan ketidakmampuan serta insekuritas untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia. Ia juga mengajak semua pihak yang ada di dunia untuk bekerja sama atas nama masyarakat internasional untuk membantu meringankan beban warga Afghanistan.

(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.