Rabu, 6 Mei 2026, pukul : 05:50 WIB
Surabaya
--°C

Rektor : Harlah ke-8 Unusa Bertabur Hadiah

SURABAYA-KEMPALAN : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) merayakan harlah ke-8, Sabtu (28/8). Tahun ini, Unusa bertabur hadiah istimewa yaitu ditetapkannya satu guru besar dan doktor.

Gelar profesor resmi disematkan pada dosen Fakultas Kedokteran atas nama Prof. DR. Dr. Mulyadi, Sp. P.(K).,FISR. Sedangkan doktor baru atas nama Dr. Winawati Eka Putri dr.,Sp. DV

“Ini hadiah yang luar biasa buat kami ditengah memasuki usia ke-8 tahun 2021. Mudah-mudahan anugerah ini akan memacu dosen lain untuk memperoleh prestasi serupa,” kata Rektor Prof Dr Ir Achmad Jazidie, M.Eng, menjelang peringatan puncak acara Harlah ke-8, Sabtu (28/8) siang.

Dikatakannya, secara kebetulan pula guru besar yang kami terima memiliki spesialis paru yang di saat Pandemi seperti ini menjadi salah satu tulang punggung dalam menangani pasien yang terpapar Covid-19. “Tentu kami tidak mengecilkan peran para dokter dan spesialis lain juga para tenaga kesehatan serta fakultas yang dimiliki Unusa. Saya hanya ingin mengatakan ini sejalan dengan tema Harlah ke-8 yangh diambil Unusa tahun ini, yakni Unusa Terus Bermutu –Berlari Menuju Universitas Terkemuka dan Unggul,” katanya.

Diungkapkan Rektor, bukti tidak mengecilkan profesi dan fakultas di Unusa adalah diluncurkannnya layanan Unusa Care pada puncak Harlah kali ini. Unusa Care adalah layanan yang diperuntukan bagi masyarakat terdampak Covid-19, meliputi layanan kesehatan umum, layanan kehamilan, layanan ibu menyusui, layanan pendidikan, layanan tuntunan ibadah Islam, konsultasi psikologi, dan menghimpun dan menyalurkan dana bantuan dengan melibatkan seluruh fakultas dan tenaga dosen yang dimiliki Unusa

Sementara itu, Wakil Presiden KH Makruf Amin menyampaikan ucapan selamat dan mengapresiasi terhadap tema yang dipilih Unusa pada Harlah ke-8 tahun ini. “Semoga Unusa tetap konsisten menjalankan nilai dasar ahlusuunah wal jama’ah dalam membangun keimanan, pemikiran, sikap dan perilaku seluruh sivitas akademika,” kata Wapres.

Wapres mengatakan, pemerintah terus mendorong terhadap pengembangan vaksin nasional agar tidak bergantung pada vaksin impor. Saat ini sudah terdapat vaksin nusantara dan vaksin merah putih karya anak bangsa yang sedang dikembangkan. Pemerintah mentargetkan dimasa mendatang kita mampu memproduksi vaksin Covid-19 maupun obat-obatan lainnya, untuk kemandirian bangsa dibidang kesehatan masyarakat.

“Saya mendorong Unusa sebagai perguruan tinggi yang merupakan lembaga riset dan inovasi untuk dapat terus berinovasi dan melakukan penelitian di bidang kesehatan melalui pola kemitraan dan kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia inudustri yang difasilitas oleh pemerintah,” kata KH Makruf Amin.

Lebih lanjut, mantan Ketua MUI itu mengingatkan warga Unusa, mahasiswa, dosen dan peneliti sebagai peluang dan kesempatan untuk dapat mengimplementasikan tridharma perguruan tinggi dalam mengatasi persoalan bangsa, antara lain dalam ikut serta menjadi relwan serta ikut dalam menangani pemulihan dampak pandemi di masyarakat. (Nani Mashita)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.