Kamis, 23 April 2026, pukul : 00:04 WIB
Surabaya
--°C

Pemkot Surabaya Wujudkan Harapan Kakek Ismail Tinggal di Griya Werda

SURABAYA, KEMPALAN: Pemkot Surabaya melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus concern memberikan intervensi kepada warga Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Intervensi itu salah satunya telah diberikan kepada Ismail (72), warga Jalan Tambak Pring Barat I No 46, Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Suharto Wardoyo mengatakan, sebelumnya Ismail berharap dapat tinggal di UPTD Griya Werda. Alasannya, karena semenjak istrinya meninggal dunia, ia harus tinggal sendiri di rumah kos.

“Jadi istrinya bapak Ismail ini sudah meninggal sekitar 3 minggu yang lalu.  Kemudian atas permintaan sendiri, dia minta agar ditempatkan di Griya Werda,” kata pria yang akrab disapa Anang ini, Sabtu (14/8).

Anang menjelaskan, sebenarnya Ismail masih memiliki 2 orang anak. Namun, sepengakuan klien, kedua anaknya tersebut sudah hilang kontak dan tidak diketahui keberadaannya. “Beliau (Ismail) punya anak 2 tapi sudah hilang kontak. Di mana keberadaan 2 anaknya itu sampai sekarang tidak diketahui,” ungkapnya.

Selama ini, menurut Anang, Ismail tinggal mengontrak rumah di Jalan Tambak Pring Barat I No 46, Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya. Namun setelah istrinya berpulang, ia merasa sendiri dan ingin memiliki teman di usia renta. “Jadi beliau (Ismail) memang menginginkan untuk bisa tinggal di Griya Werda,” katanya.

Oleh sebab itu, Dinsos Surabaya bersama jajaran kecamatan serta beberapa elemen sosial, langsung bergerak cepat untuk mewujudkan harapan dari kakek berusia 72 tahun itu. Alhasil, pada Sabtu (14/8), Ismail dijemput di rumah kosnya untuk selanjutnya tinggal di UPTD Griya Werda.

“Mulai hari ini beliau (Ismail) sudah tinggal di Griya Werda. Sebelum dibawa ke sana, beliau juga sudah mengikuti swab di Puskesmas pada Jumat (13/8) kemarin,” tuturnya.

Sementara itu, Ismail mengaku jika sebelumnya ia tinggal di rumah sewa berukuran sekitar 3×4 meter. Rumah sewa ini merupakan hasil sumbangan sukarela dari warga. Sementara untuk kebutuhan makan, ia mendapatkan bantuan permakanan dari Pemkot Surabaya. “Saya sangat berterima kasih, warga sekitar juga sangat peduli,” kata Ismail.

Ismail mengaku, sebenarnya ia masih memiliki 2 orang anak. Namun kedua anaknya itu sudah berkeluarga dan tinggal jauh terpisah dengannya. “Anak-anak saya sebenarnya sudah coba dihubungi, dibantu oleh warga beberapa kali tapi tetap tidak bisa terhubung,” akunya.

Makanya, ia berharap dapat tinggal di Griya Werda untuk mengisi hari di masa tuanya. Apalagi di Kota Surabaya Ismail mengaku tidak memiliki saudara. Sedangkan untuk bekerja, tubuhnya juga sudah tidak kuat lagi. “Di Surabaya ini saya tidak punya saudara. Usia saya juga sudah tua, sulit untuk bekerja,” tuturnya.

Kini, kakek berusia 72 tahun ini bisa bernafas lega. Sebab, Pemkot Surabaya telah mewujudkan harapannya untuk bisa tinggal dan menetap di UPTD Griya Werda. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.