KEMPALAN: Pfizer dan BioNTech dalam pernyataan, yang diunggah dalam situs resmi Pfizer, menyampaikan, mereka telah melihat data yang menggembirakan dalam uji coba booster yang sedang berlangsung dari dosis ketiga vaksin BNT162b2. Dosis penguat yang diberikan enam bulan setelah suntikan dosis kedua menetralkan varian Beta yang lebih tinggi usai dua dosis utama.
Perusahaan itu berharap dosis ketiga akan memperkuat antibodi lebih tinggi, sama dengan bagaimana dosis itu menghadapi varian Beta, maka dari itu kedua perusahaan itu sedang melakukan tes praklinik dan klinik untuk membenarkan hipotesis ini. Mereka juga percaya dosis ketiga itu memberikan kemanjuran pertahanan tubuh terhadap semua varian, termasuk varian Delta.
Tes klinik akan dimulai pada Agustus 2021. Dosis penguat BNT162b2 akan digunakan pada pemuda berumur 12 hingga 15 tahun, dan akan dievaluasi di anak-anak berumur enam bulan hingga 11 tahun. Pfizer dan BioNTech memperingatkan, dalam pernyataannya, untuk tidak menggunakan vaksinnya kepada individu yang memiliki reaksi alergi yang akut.
Adapun mereka juga menyebutkan sejumlah efek samping vaksin (non-penguat_ bersama prosentase hasil studinya, yakni nyeri di tempat suntikan (84,1%), kelelahan (62,9%), sakit kepala (55,1%), nyeri otot (38,3%), menggigil (31,9%), nyeri sendi (23,6%), demam (14,2%), pembengkakan tempat suntikan (10,5%), kemerahan di tempat suntikan (9,5%), mual (1,1%), malaise (0,5%), dan limfadenopati (0,3%) untuk mereka yang mendapat suntikan vaksin umur 16 tahun.
Mereka juga menyarankan, individu yang sudah dapat dosis pertama vaksin Pfizer maka diselesaikan dengan dosis kedua Pfizer juga, karena belum ada data mengenai penggunaan vaksin lain pada dosis kedua untuk melengkapi vaksinasi. (reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi