BISHKEK-KEMPALAN: Sejumlah 300 orang berkumpul di ibukota Kirgistan, Bishkek, pada Rabu (16/6) meminta pihak berwenang Kyrgyzstan untuk mencari dan menemukan orang hilang, seorang pendidik Turki-Kyrgyz yang menghilang dua minggu sebelumnya.
Para pengunjuk rasa berkumpul di depan kantor pemerintah dan berbaris ke gedung parlemen membawa potret Orhan Inandy, pemimpin jaringan pendidikan Sapat di Kirgistan yang hilang pada 31 Mei 2021. Sejumlah demonstran membawa poster bertuliskan “Temukan Orhan Inandy!”
Menurut Radio Free Europe/Radio Liberty, mobil Inandy ditemukan di pusat kota Bishkek pada awal 1 Juni 2021 dengan pintu terbuka lebar dan barang-barang berharga masih ada di dalamnya, menunjukkan kepergiannya bukan akibat perampokan.
Istrinya Reyhan Inandy mengatakan sebelumnya bahwa dia memiliki bukti suaminya ditahan di Kedutaan Besar Turki di Bishkek. Namun misi diplomatik Turki membantah klaimnya.
Protes yang menuntut penyelidikan efektif atas hilangnya Inandy telah terjadi di ibu kota Kirgistan hampir setiap hari. Banyak demonstran mengatakan mereka mengira dia diculik oleh agen dinas rahasia Turki.
Human Rights Watch mengatakan jika Inandy dikembalikan ke Turki, dia akan menghadapi penahanan sewenang-wenang dan pengadilan yang tidak adil atas tuduhan terorisme, serta kemungkinan perlakuan buruk dan penyiksaan.
Inandy, dikenal dalam dokumen Turkinya sebagai Orhan Inan, adalah pendiri Universitas Ala-Too di Bishkek. Dia telah tinggal di Kirgistan sejak 1995 dan memegang kewarganegaraan ganda Turki-Kirgistan.
Presiden Kirgistan Sadyr Japarov telah memerintahkan Kementerian Dalam Negeri untuk menemukannya. Polisi di Bishkek telah membentuk kelompok investigasi khusus untuk kasus ini.
Pemerintah Turki pada 2019 secara resmi meminta Bishkek mengekstradisi dua pria yang bekerja untuk jaringan pendidikan Sapat di Kirgistan, Sinan Yilmaz dan Sancar Abdulhakim. Ankara mengatakan keduanya dicari di Turki tetapi tidak merinci tuntutan pidana terhadap mereka.
Kantor Kejaksaan Agung Kirgistan memutuskan untuk mengekstradisi kedua pria tersebut pada saat itu. Tapi keputusan itu dibatalkan oleh pengadilan Bishkek menyusul demonstrasi menentang langkah tersebut.
Selama lima tahun terakhir, Turki telah meminta Kirgistan untuk menutup aktivitas jaringan pendidikan Sapat. Ia mengklaim organisasi itu terkait dengan ulama Turki yang berbasis di AS, Fethullah Gulen, yang dituding Ankara atas kudeta yang gagal pada Juli 2016. Gulen menolak klaim tersebut. (RFE/RL, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi