Jumat, 1 Mei 2026, pukul : 07:12 WIB
Surabaya
--°C

Mantan Ketua Parlemen Rusia: Presiden Yeltsin Punya Rombongan Agen CIA

MOSKOW-KEMPALAN: Menurut Ruslan Khasbulatov, mantan ketua parlemen Rusia mengatakan, Presiden pertama negaranya, Boris Yeltsin, dikelilingi oleh ratusan agen CIA yang memberi tahu sang presiden apa yang harus dilakukan selama masa kepemimpinannya.

Hal ini disampaikan oleh Khasbulatov kepada stasiun radio Govorit Moskva, di mana ia mengaku rombongan Yeltsin dipenuhi dengan orang Amerika. Yeltsin sendiri terpilih sebagai Presiden Rusia pada tahun 1991 yang menurut Khasbulatov, dibantu oleh Washington, dan AS tetap menjadi pembisiknya selama memimpin Rusia.

“Pasti ada ratusan [agen CIA],” kata Khasbulatov seperti yang dikutip Kempalan dari Russia Today. Ia juga menambahkan bahwa para agen CIA itulah yang menentukan segalanya dan setelah memenangkan pemilu, Yeltsin akan mengirimkan petugas keamanan dan kepala departemen ke AS agar orang Amerika dapat “memeriksa mereka” dan “memberikan kesimpulan.”

Pernyataan Khasbulatov muncul setelah mantan Wakil Presiden Rusia Alexander Rutskoy mengatakan kepada outlet online Lenta, 12 agen CIA membantu melaksanakan reformasi pasar penting Yeltsin-Gaidar, secara sistematis membongkar sistem ekonomi yang direncanakan secara terpusat dan membawa negara itu ke dalam kejutan kapitalisme. Rutskoy juga mengklaim bahwa, pada satu kesempatan penting, dia mendengar Yeltsin berbicara dengan orang asing dengan aksen asing.

Namun, menurut Khasbulatov, semua orang tahu tentang hubungan Rutskoy dengan AS, dan para pejabat Amerika bahkan memengaruhi mantan presiden itu untuk mengganti sejumlah besar orang yang ditunjuknya.

“Secara keseluruhan, Rutskoy benar sekali – Yeltsin mendapat saran dari orang asing,” lanjutnya.

“Tidak ada rahasia di sini, dan banyak orang mengetahuinya. Saya tidak punya cerita detektif tentang penyadapan, tetapi, secara umum, hal itu sudah diketahui. Yeltsin biasa berbicara (dengan) sangat dekat mengenai semua masalah personalia dengan perwakilan asing,” kata Khasbulatov.

Yeltsin sendiri melepas jabatannya pada tahun 1999, tetapi tidak sebelum menciptakan sistem hiper-presidensial, mengambil alih kekuasaan dari parlemen yang memusuhinya, dan menghapus hampir semua upaya checks and balances. Langkah ini didukung oleh Washington, yang berharap Partai Komunis tidak berkuasa di negara Rusia yang baru dibentuk itu. (Russia Today, reza hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.