Afghanistan

Taliban Janji Tak Akan Sakiti Warga Afghan, Jamin Keamanan Para Penerjemah

  • Whatsapp
Pengumuman Taliban berkenaan dengan orang Afghanistan yang melarikan diri ke luar negeri. (Twitter Dr. M.Naeem)

KABUL-KEMPALAN: Emirat Islam Afghanistan alias Taliban menyampaikan pada Senin (7/6), mereka tidak akan mengganggu orang yang dulu bekerja untuk kepentingan pasukan asing di Afghanistan.

“Sejumlah besar orang Afghanistan disesatkan selama periode pendudukan dua puluh tahun sebelumnya dan bekerja bersama pasukan asing sebagai penerjemah, satpam, serta jabatan lainnya, dan sekarang ketika pasukan asing menarik diri dari Afghanistan, orang-orang Afghanistan ini juga berusaha melarikan diri dari negaranya dan ketakutan,” ujar Taliban dalam pernyataan resminya dari akun Twitter Dr. Naeem, juru bicara Kantor Urusan Politik Taliban.

Namun, dalam pernyataan itu Taliban menyampaikan kepada orang-orang tersebut, mereka harus menyesali tindakan masa lalunya dan memperingatkan jangan sampai terlibat dalam pekerjaan semacam itu di masa depan yang dianggap sebagai “pengkhianatan terhadap Islam dan negaranya.”

“Tapi tidak seorang pun harus meninggalkan negaranya. Emirat Islam tidak akan mengganggu mereka, tetapi menyerukan kepada mereka untuk kembali ke kehidupan normal mereka dan jika mereka tidak memiliki keahlian apapun untuk mengabdi kepada negaranya. Mereka tidak akan berada dalam bahaya dari pihak kita,” tambah pernyataan itu.

“Kami mengganggap mereka sebagai musuh ketika berada di barisan musuh, tapi ketika mereka meninggalkan musuh dan memilih untuk hidup sebagai orang Afghanistan biasa di tanah air mereka, mereka tidak akan menghadapi masalah apapun maka dari itu mereka tidak seharusnya ketakutan dan seharusnya terus menjalani kehidupan yang tenang di negaranya sendiri,” ujar Taliban dalam pernyataan tersebut.

Adapun Taliban memberitahukan, mereka yang beralasan akan bahaya terhadap nyawa mereka untuk alasan mencari suaka di luar negeri adalah urusan pribadi para pencari suaka itu sendiri, bukan urusan Emirat Islam Afghanistan. (reza hikam)

Berita Terkait