Penanganan Pandemi

China Janjikan Bantuan Covid-19 untuk Asia Tenggara

  • Whatsapp
Pertemuan khusus Menteri Luar Negeri ASEAN-China dalam Perayaan HUT ke-30 hubungan ASEAN-China. (APNews)

BEIJING-KEMPALAN: China pada hari Selasa (8/6) menjanjikan bantuan lebih lanjut kepada negara-negara Asia Tenggara dalam memerangi pandemi Covid-19 karena berusaha untuk meningkatkan pengaruhnya di mana saingan utama geopolitiknya yaitu AS juga ingin memperkuat hubungan dengan Asia Tenggara.

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi mengatakan kepada rekan-rekannya dari 10 anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara bahwa China telah mengirimkan 100 juta dosis vaksin ke negara-negara ASEAN bersama dengan berbagai bahan untuk memerangi pandemi lainnya dan bantuan teknis.

Wang menyamakan tantangan itu dengan krisis ekonomi sebelumnya, wabah SARS 2003 dan tsunami Samudra Hindia 2004, dengan mengatakan semua dihadapkan dengan “tindakan praktis yang timbul dari perasaan kepedulian persaudaraan dan perhatian tetangga yang waspada.”

Melansir dari APNews, Wang mengatakan para pihak harus mengeksplorasi pembentukan panel ahli untuk memperkuat kerja sama di seluruh proses vaksin, mulai dari penelitian hingga penggunaan, dan bekerja untuk membangun pusat produksi dan distribusi untuk membantu membuat vaksin terjangkau dan dapat diakses di wilayah tersebut.

Dia mengatakan China akan “segera mengimplementasikan” Inisiatif Kerjasama Kesehatan Masyarakat China-ASEAN, terus mendukung Cadangan Bahan Medis Darurat ASEAN dan memperkuat pembangunan kapasitas kesehatan masyarakat regional. “China akan bekerja sama dengan ASEAN untuk mengatasi wabah sesegera mungkin,” kata Wang.

Beijing telah membangun pengaruh dengan ASEAN, meskipun ada gesekan dengan beberapa anggota blok atas klaim teritorial yang bersaing di Laut Cina Selatan. Pembangunan pulau-pulau China dan operasi militernya di laut telah menimbulkan keluhan bahwa Beijing melakukan militerisasi jalur air.

Namun, beban ekonomi dan diplomatik China telah membantu mengesampingkan kekhawatiran semacam itu, sementara blok tersebut tidak dapat membentuk sikap bersatu dalam menghadapi tentangan dari sekutu China di dalamnya, terutama Kamboja. (APNews, Abdul Manaf Farid)

Berita Terkait