Amerika Serikat

AS Akan Berikan Bantuan untuk Afghanistan, Sejumlah $266 Juta

  • Whatsapp
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, kiri, bersama Abdullah Abdullah, kepala utusan perdamaian Afghanistan, di Kabul. (WSJ)

WASHINGTON-KEMPALAN: Antony Blinken selaku Menteri Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan pada Jumat (4/6), negaranya akan memberikan bantuan kemanusiaan kepada Afghanistan sejumlah $266 juta.

Dana ini akan menyediakan bantuan untuk 18 juta orang yang membutuhkannya di Afghanistan, termasuk 4,8 juta di antaranya yang mengungsi di dalam negeri tersebut.

“Tahun ini saja, lebih dari 115.000 orang telah mengungsi akibat konflik di dalam Afghanistan, dan hampir 500.000 telah kembali ke Afghanistan untuk membutuhkan bantuan,” kata menlu AS itu seperti yang dikutip Kempalan dari ANews.

“Pendanaan ini akan memungkinkan mitra kami untuk memberikan perlindungan yang menyelamatkan jiwa, tempat berlindung, peluang mata pencaharian, perawatan kesehatan penting, bantuan makanan darurat, air, sanitasi, dan layanan kebersihan untuk menanggapi kebutuhan yang dihasilkan oleh pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung,” tambahnya.

Dana itu juga akan memenuhi kebutuhan warga Afghanistan yang “paling rentan”, termasuk perempuan dan anak perempuan yang menghadapi risiko tertentu seperti kekerasan berbasis gender sebagai akibat dari pandemi dan konflik selama beberapa dekade.

Blinken juga berterima kasih kepada negara-negara tetangga Afghanistan yang menampung salah satu populasi pengungsi terbesar dan mendesak mereka untuk menjaga perbatasan mereka tetap terbuka.

“Ketika Amerika Serikat menarik pasukan militer dari Afghanistan, komitmen abadi kami jelas,” katanya.

“Kami tetap terlibat melalui perangkat diplomatik, ekonomi, dan bantuan penuh kami untuk mendukung masa depan yang damai dan stabil yang diinginkan dan layak oleh rakyat Afghanistan,” tutur Blinken.

Dia mengulangi seruan Pemerintah AS kepada para pemimpin Afghanistan dan Taliban untuk mempercepat kemajuan menuju penyelesaian politik yang dinegosiasikan dan gencatan senjata permanen dan komprehensif untuk mengakhiri lebih dari 40 tahun konflik. (ANews, reza hikam)

Berita Terkait