Kesehatan

Tips Aman Bersepeda agar Terhindar dari Serangan Jantung

  • Whatsapp
Dr. dr. Meity Ardiana SpJP(K)., FIHA., FICA., FAsCC., pakar kardiologi UNAIR.

SURABAYA – KEMPALAN : Aktivitas bersepeda makin digandrungi masyarakat Indonesia. Beragam komunitas sepeda bermunculan dengan perlengkapan berkendara.

Hal ini tak lepas dari manfaat bersepeda bagi kesehatan jantung. Menurut Dr. dr. Meity Ardiana SpJP(K)., FIHA., FICA., FAsCC., bersepeda bermanfaat bagi kesehatan jantung karena dapat menurunkan angka penyakit kardiovaskuler dan pembuluh darah jantung.

Namun, dosen di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) mengingatkan agar hobi bersepeda disesuaikan dengan kesehatan fisik, termasuk jantung. Dia menyarankan pasien dengan jantung harus berkonsultasi dulu.

“Individu yang berisiko dengan penyakit jantung maka dianjurkan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada ahli jantung,” ucapnya pada Senin (31/5).

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah tersebut memberikan tips aman bersepeda agar terhindar dari serangan jantung dan kejadian yang tidak diinginkan lainnya.

Pertama, dr. Meity mengatakan jika termasuk ke dalam individu yang berisiko dengan penyakit jantung maka, sebaiknya individu tersebut melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada ahli jantung.

Kedua, sambung dr. Meity, jika individu tidak memiliki faktor risiko penyakit jantung maka sebaiknya melakukan olahraga bersepeda secara bertahap.

Tahapan tersebut didasarkan atas pertimbangan FITT (frequency, intensity, time, type). Misalnya frequency, dr. Meity menjelaskan awal mula bersepeda dapat dilaksanakan tiga kali seminggu kemudian bertahap hingga bisa dilakukan setiap hari atau tujuh kali seminggu.
Kemudian, lanjut dr. Meity, terkait dengan intensitas maka dapat diawali dengan intensitas yang ringan hingga intensitas yang menyesuaikan dengan kondisi tubuh individu.

“Penentuan intensitas dapat dilakukan berdasar Mets atau metabolic equivalents pada individu tersebut,” bebernya.

Lalu, terkait dengan berapa lama waktu untuk bersepeda, dr. Meity memberi contoh. Misalnya pada awal ditentukan hanya selama 20 menit saja kemudian akan dinaikkan secara bertahap sesuai dengan rekomendasi yang diberikan oleh dokter jantung.

“Terakhir adalah terkait dengan type, misalnya pada awal hanya melakukan aerobic exercise seperti bersepeda namun ketika kemampuan individu sudah lebih baik maka dapat ditambah dengan tipe lain seperti resistance training yang digunakan untuk melatih kemampuan otot,” jelasnya.

Sebagai penutup, dr. Meity mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan selama bersepeda. Dia menegaskan kepada masyarakat khususnya para pesepeda agar tetap menggunakan masker, rutin mencuci tangan dan jangan lupa untuk menjaga jarak.

“Jika yang dilakukan adalah bersepeda santai maka dianjurkan menjaga jarak sejauh 10 meter, jika bersepeda dengan speed (kecepatan, Red) yang lebih cepat maka dianjurkan untuk menjaga jarak sejauh 20 meter,” tutupnya. (Nani Mashita)

Berita Terkait