Kota Surabaya

Pentolan Bonek dan Ridwan Kamil Silaturahmi di Warkop

  • Whatsapp
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat silaturahmi dengan pentolan bonek di Warkop Pitulikur.

SURABAYA-KEMPALAN: Kedatangan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ke Surabaya disambut para pentolan bonek di Warkop Pitulikur, kawasan Bagong, Surabaya, Minggu (30/5) siang.

Perwakilan salah satu bonek, Cak Cong, mengatakan bahwa kedatangan Ridwal Kamil ke Surabaya dalam rangka kunjungan kerja sekaligus silahturahmi dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Tidak ada unsur politik.

Demikian pula antara Bandung dengan Surabaya. Selama ini hubungannya sudah sangat akrab, seperti saudara. Khususnya antara bonek (julukan suporter Persebaya) dengan bobotoh Persib Bandung.
Bahkan, beberapa dari perwakilan bonek menceritakan kejadian ketika datang ke Kota Bandung, yakni saat Persebaya melawan Persib Bandung.

Saat itu, Ridwan Kamil menyambut baik kedatangan para bonek. “Makanya ada pepatah, Bandung adalah rumah kedua bagi teman-teman bonek. Begitu juga Surabaya adalah rumah kedua bagi teman-teman Bandung. Jadi hubungan ini lebih mendekatkan lagi silaturahmi tanpa melihat konteks yang lain,” jelas Cak Cong saat di temui di Warkop Pitulikur, usai acara.

Lebih lanjut, Cak Cong menegaskan, kedatangan Ridwan Kamil di Warkop Pitulikut ini bukan ada tujuan lain, semisal soal politik. Ia berkunjung ini dalam rangka kunjungan kerja bersama Gubernur Jawa Timur sekaligus dimanfaatkan untuk bersilaturahim dengan bonek. “Hanya silaturahmi, merapatkan kembali karena selama satu tahun ini tidak ada bola,” tegasnya.

Sementara itu, Ridwan Kamil mengatakan bahwa kehadirannya ke Surabaya karena ada agenda dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Namun, malamnya tiba-tiba ia teringat kalau bonek markasnya ada di Surabaya, sehingga dimanfaatkan untuk silaturahmi dan sekaligus bertukar nomor HP.

“Hanya silaturahmi. Sehingga lain waktu, kalau bonek ke Jawa Barat lagi, hubungan baik yang sudah terjalin antara Bonek dan bobotoh Persib tetap terjaga,” kata Ridwan Kamil.

Dia berharap hubungan antara bonek dengan bobotoh ini bisa menjadi contoh bagi suporter sepak bola yang lain. “Kalau toh Persebaya dan Persib bertanding, ya rivalitasnya hanya 90 menit saja. Setelah itu kita kembali sama-sama Indonesia Raya, sama-sama Pancasila, sama-sama Merah Putih,” ujar Ridwan Kamil.

Bahkan, menurut Ridwan Kamil, pernah ketika bonek kemalaman di Bandung ia menjamu di pendopo dengan menggelar karpet merah.

Dia berjanji akan menjamu para pimpinan bonek jika melakukan kunjungan ke Bandung. “Saya juga mendoakan agar bonek makin disiplin dan saling mengingatkan, sehingga tidak ada lagi korban fisik atau korban jiwa dari sepak bola yang kita cintai ini,” pungkas Ridwan Kamil. (Dwi Arifin)

Berita Terkait