Jumat, 1 Mei 2026, pukul : 09:24 WIB
Surabaya
--°C

Berjiwa Sosial, Berikut Enam Fakta Menarik tentang Yakuza yang Belum Kamu Tahu

TOKYO-KEMPALAN: Siapa yang tak kenal dengan Yakuza? Mendengar namanya saja hanya akan membuat orang-orang ketakutan dan tidak ingin berurusan dengannya. Orang awam biasanya mengenal Yakuza sebagai kelompok kriminal yang merugikan dan mengerikan.

Yakuza secara etimologis berasal dari hasil kartu dalam judi blackjack yakni ya-ku-sa (delapan-sembilan-tiga) ketika ditambahkan menjadi kemungkinan yang terburuk. Jadi Yakuza dapat diartikan sebagai seorang yang sudah ga berguna. Namun di Jepang sendiri, masyarakat lebih banyak menyebut Yakuza sebagai gokudo (jalan ekstrem) atau boryokudan (kelompok kejahatan). Dibalik perannya sebagai kelompok kriminal, Kempalan.com telah merangkum enam fakta menarik tentang Yakuza.

1. Yakuza Tidak Ilegal di Jepang

Tidak seperti kelompok-kelompok kriminal atau mafia di negara lain, Yakuza bukanlah buronan pihak berwenang. Meskipun undang-undang telah disahkan untuk membatasi jangkauan mereka, anggota Yakuza masih memiliki kantor, kartu nama, dan bahkan majalah penggemar dengan jelas. Kepolisian Nasional Jepang (NPA) tidak berniat mengkriminalisasi mereka karena hanya akan membuat pergerakan mereka semakin sembunyi-sembunyi. Mengkriminalisasi Yakuza juga berarti mengganggu dominasi mereka dalam menghadapi mafia negara tetangga seperti Triad dari China.

2. Tato sebagai Pengakuan Mereka sebagai Yakuza

Bagi Yakuza, tato digunakan untuk mengenali anggota, menunjukkan komitmen, dan membanggakan penghargaan mereka. Tato dari Yakuza biasanya dibuat melalui proses irezumi yakni pembuatan tato yang ditusuk dengan tangan yang sangat sakit dan mahal. Desain dari tato didasarkan pada mitologi Jepang termasuk naga, Samurai, dan ikan Koi, karena masing-masing mewakili kekayaan, kehormatan, dan kemakmuran.

3. Yubitsume

Anggota Yakuza yang tidak mematuhi atau mempermalukan organisasi dipaksa untuk menebus dosa dengan cara yang sangat brutal yakni dengan memotong sebagian jari kelingking mereka. Tindakan ini disebut Yubitsume, yang berarti pemendekan jari. Banyak anggota secara sukarela melakukan hukuman ini sebagai cara untuk menghindari hukuman yang lebih berat seperti dikeluarkan dari organisasi atau bahkan dibunuh. Dengan dipotongnya jari kelingking, mereka akan merasa sulit untuk memegang pedang, yang berarti mereka tidak bisa membela diri. Dengan cara yang sama, itu diadaptasi oleh Yakuza karena dianggap dapat mempengaruhi pertarungan mereka.

Ilustrasi Yubitsume (NextShark).

4. Sedia ketika Dibutuhkan

Meskipun Yakuza memiliki reputasi yang buruk sebagai organisasi kriminal, ada kalanya mereka datang membantu di saat keadaan darurat negara. Selama bencana Tsunami Tohoku 2011, mereka termasuk yang pertama pergi ke daerah yang terkena bencana memberikan bantuan. Ada yang mengatakan alasan Yakuza membantu di saat panik dan bencana adalah karena mereka terdiri dari orang-orang buangan dan sangat bersimpati dengan orang-orang yang berjuang. Di sisi lain, tindakan bantuan ini adalah aksi supaya polisi sulit menindak mereka.

5. Pemerasan Perusahaan

Sokaiya, merupakan nama dari praktik pemerasan dengan membeli saham, yang kemudian memberi Yakuza hak untuk menghadiri rapat pemegang saham tahunan. Dengan menggunakan hak ini, Yakuza kemudian mengancam untuk menyebarkan informasi sensitif tentang praktik, karyawan, bahkan keuangan perusahaan. Perusahaan terbesar yang terlibat dalam praktik pemerasan perusahaan Yakuza adalah Nomura, MUFG, dan Japan Airlines.

6. Ujian Masuk Yakuza yang Sangat Sulit

Untuk bergabung dengan Yamaguchi-gumi, yang merupakan organisasi Yakuza terbesar di Jepang, calon anggota harus mengikuti ujian 12 halaman. Yamaguchi-gumi membuat ujian setelah pemerintah mengeluarkan undang-undang yang lebih keras untuk menindak kejahatan terorganisir. Ujian ini merupakan upaya untuk menjauhkan anggotanya dari masalah dengan memastikan bahwa mereka memiliki pengetahuan yang layak terkait hukum negara. Ujian tersebut mencakup segala hal mulai dari pencurian kendaraan hingga norma-norma gangster. (Belva Dzaky Aulia)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.