KEMPALAN: Lebaran tahun ini muncul banyak meme untuk menyampaikan selamat hari raya dan meminta maaf. Banyak meme-meme lucu yang bermunculan. Salah satunya meme gambar kesebelasan Liverpool, Inggris dengan seragam khas warna merah. Tapi yang unik, sebelas pemain Liverpool itu ternyata berwajah Mohammed Salah semua. Mohammed Salah adalah bintang Liverpool beragama Islam asal Mesir. Pada caption meme itu tertulis, ‘’Maaf Kalau Banyak Salah’’.
Mohammed Salah menjadi ikon Liverpool paling menonjol. Tahun lalu ia menjadi kekuatan utama The Reds dalam memenangkan Liga Premier Inggris dan Kejuaraan Piala Champions Eropa. Selain Salah, pemain utama Liverpool lainnya adalah Sadio Mane asal Senegal yang juga beragama Islam.
Beberapa hari terakhir ini pemain-pemain profesional beragama Islam yang bermain di Liga Inggris melakukan demonstrasi di lapangan hijau untuk mendukung pembebasan Palestina yang sedang diserang oleh tentara Israel. Bintang Manchester United (MU) beragama Islam asal Prancis, Paul Pogba, mengibarkan bendera Palestina usai timnya bermain melawan Fulham, Rabu dinihari. Pogba didampingi oleh pemain muda MU asal Pantai Gading, Amad Diallo Traore yang juga beragama Islam.
Pada final Piala FA Sabtu (15/5) Leicester City berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Chelsea 1-0. Dua pemain Leicester yang beragama Islam, Hamza Choudhury dan Wesley Fofana terlihat mengibarkan bendera Palestina dalam pesta kemenangan. Bahkan Choudhury dan Fofana membawa bendera Palestina saat menerima medali di panggung.
Biasanya badan sepakbola internasional FIFA atau badan sepakbola Eropa UEFA dan badan sepakbola nasional seperti FA di Inggris tidak memperbolehkan pemain untuk membawa urusan politik ke lapangan hijau. Klub-klub profesional di Eropa biasanya juga tidak membolehkan pemainnya membawa urusan politik ke lapangan.
Tetapi, kali ini rupanya ada perubahan sikap dari klub-klub Inggris. Terbukti Choudhury dan Fofana tidak ditegur maupun didenda oleh Leicester City. Pogba dan Diallo juga tidak mendapat teguran atau sanksi dari Manchester United. Sebaliknya, manajer Ole Gunnar Solksjaer secara tidak langsung mendukung tindakan pemainnya dengan mengatakan bahwa para pemain berhak mengekspresikan pandangan politiknya.

Pogba memang dikenal cukup taat dalam menjalankan Islam. Ia berpuasa selama Ramadhan dan beberapa kali melaksanakan umrah. Mohammad Salah menjadi ikon pemain sepakbola Islam yang paling menonjol. Ia selalu melakukan selebrasi dengan sujud syukur di lapangan setiap kali mencetak gol. Salah juga menjadi idola pendukung Liverpool karena akhlaknya yang terpuji. Ia suka berderma membantu orang-orang miskin di Liverpool dan di negara asalnya Mesir.
Karena popularitas Salah, agama Islam menjadi lebih dikenal di Inggris, terutama di Liverpool. Para suporter Liverpool yang memenuhi Stadion Anfield sebelum masa pandemi, punya nyanyian chanting khusus untuk Salah. ‘’Mohammed Salah, a gift from Allah, He came from Roma to Liverpool, He’s always scoring, It’s almost boring, So please don’t take Mohammed away’’ (Mohammed Salah, pemberian dari Allah, dia datang dari Roma ke Liverpool, dia selalu mencetak gol, nyaris membosankan, Tolong, jangan ambil Mohammed dari kami)
Bukan itu saja. Fans Liverpool menyanyikan chanting yang bunyinya mereka mau masuk Islam menjadi mualaf untuk ikut Tuhannya Mohammed Salah. “Mo Sa-lah lah lah lah.. Mo Sa-lah lah lah lah.. If he’s good enough for you. He’s good enough for me. If he score another few, then i’ll be muslim too. If he’s good enough for you. He’s good enough for me. Sitting in the mosque that’s Where I wanna be,”begitu terikan para fans sambil bernyanyi dari tribun stadion.
Dalam nyanyian itu mereka mengatakan ingin menjadi seorang muslim seperti Salah dan ikut menghabiskan waktu lebih banyak di masjid seperti Salah. Itu menggambarkan betapa Salah menjadi idola mereka, akhlak Salah yang khusyuk menawan hati para fansnya.
Cristiano Ronaldo adalah bintang sepakbola yang sangat bersimpati kepada Palestina. Ketika masih bermain di Real Madrid, Ronaldo bersahabat dengan Mesut Ozil bintang Jerman keturunan Turki yang taan menjalankan Islam. Ronaldo kerap mendengarkan Ozil membaca Alquran setelah salat. Karena persahabatannya dengan Ozil, Ronaldo menjadi simpati terhadap penderitaan bangsa Palestina. Ronaldo pun menjadi donator rutin bangsa Palestina.
Klub sepakbola Real Madrid selalu berseteru dengan Barcelona yang diperkuat Lionel Messi. Setiap kali kedua klub ini berhadapan dalam El Clasico di Liga Spanyol, aroma pertandingan politik sangat kental terasa. Para fans Baulgrana Barcelona selalu membawa bendera Katalan untuk menunjukkan jatidiri politik mereka.

Negara Katalan selama ini terlibat persaingan politik dengan Madrid sebagai ibukota Spanyol. Katalan menuntut kemerdekaan politik dari Madrid dan hal itu diekspresikan dalam persaingan Barcelona melawan Real Madrid. Dalam hal dukungan terhadap Palestina, Barcelona secara tradisional lebih pro Israel, sementara Madrid lebih mendukung Palestina. Karena itu Ronaldo secara pribadi juga mendukung Palestina.
Di Liga Inggris, klub Tottenham Hotspur juga dikenal sebagai klub yang dimiliki oleh komunitas Yahudi. Pemilik klub Tottenham, Daniel Levy yang menjadi presiden klub dalam 20 tahun terakhir adalah pengusaha keturunan Yahudi. Kehadiran imigran Yahudi yang bermukim di kawasan timur laut London seperti distrik Barnet, Hackney, dan Harrow berdampak pada pertumbuhan suporter Spurs. Banyaknya jumlah suporter berdarah Yahudi di kubu Spurs akhirnya mengidentikkan kesebelasan berlogo ayam jago ini dengan klub Yahudi. Kehadiran Daniel Levy sebagai pemilik Tottenham Hotspur sejak 2001 menambah citra Spurs sebagai tim dengan identitas Yahudi yang cukup kuat.
Klub Ajax Amsterdam juga dikenal sebagai klub Yahudi, karena di Amsterdam banyak sekali terdapat pemukiman orang-orang Yahudi yang melarikan diri dari kejaran Hitler pada Perang Dunia Kedua. Komunitas Yahudi ini kemudian berkumpul dan membentuk kesebelasan Ajax. Setiap kali ada pertandingan besar sering tampak bendera Bintang Daud berkibar di stadion, terutama jika terjadi persoalan politik yang berhubungan dengan Israel.
Di Liga Skotlandia, persaingan klub Glasgow Celtic dengan Glasgow Rangers bukan sekadar persaingan sepakbola, tapi sudah menjadi persaingan agama. Celtic identik dengan Katolik dan Rangers idenetik dengan Protestan. Persaingan kedua tim ini sudah terjadi sejak abad ke-19 dan tetap berlangsung sampai sekarang. Setiap kali terjadi derby selalu saja terjadi bentrokan antarsuporter yang tidak jarang membawa korban jiwa.
Di cabang olahraga lain atlet-atlet muslim juga banyak yang menjadi ikon dunia. Petinju Muhammad Ali menjadi duta besar atlet muslim paling terkenal sepanjang zaman. Di era milenial sekarang Khabib Nurmagomedov menjadi petarung muslim tak terkalahkan di ajang tarung bebas MMA (mixed martial art). Muhammad Ali mewakili identitas muslim kulit hitam yang mengalami opresi dan diskriminasi, dan Nurmagomedov mewakili identitas muslim Dagestan yang selama ini tenggelam dalam cengkeraman kekuasaan Rusia sebagai kelanjutan kominis Uni Soviet.
Olahraga tidak bisa dipisah dari politik. Dalam even-even olahraga global seperti Olimpiade dan Piala Dunia sepakbola para atlet menjadi bagian dari identitas nasional.
Bung Karno menggagas Ganefo, Games of New Emerging Forces, olimpiade negara-negara non-blok pada 1963 untuk menantang dominasi Olympic Games yang didominasi Eropa dan Amerika. Ganefo merepresentasikan kekuatan negara-negara yang baru merdeka, sedangkan Olimpiade adalah kumpulan old establishment negara-negara kolonialis dan imperialis.

Presiden Afrika Selatan Nelson Madela memanfaatkan even piala dunia rugby pada 1995 di Afrika Selatan untuk menyatukan identitas nasional yang hancur oleh rezim apartheid selama puluhan tahun. Mandela yang baru bebas dari penjara selama 27 tahun menjadi presiden pada 1994 melihat olahraga sebagai sarana paling efektif untuk menyatukan bangsanya.
The Springboks timnas rugby Afrika Selatan akhirnya berhasil menjadi juara dunia dan seluruh warga kulit hitam maupun kulit putih bersatu bergembira ria merayakan kemenangan sebagai satu bangsa yang utuh.
Ahli sosiologi olahraga terkemuka Prof. Alan Tomlinson dalam “National Identity and Global Sport Events” (2006) mengamati berbagai perhelatan olahraga global dan kaitannya dengan politik dan identitas nasional.
Rezim fasis Benitto Mussolini di Italia memakai even piala dunia sepakbola 1934 di Italia untuk menunjukkan keunggulan fasisme atas ideologi lain. Hitler memanfaatkan Olimpiade untuk memamerkan keunggulan ras Aria atas ras yang lain.
Pertarungan politik di era perang dingin membuat Amerika dan kroninya memboikot Olimpiade Moskow 1980. Empat tahun kemudian giliran Uni Soviet dan negara-negara komunis memboikot Olimpiade Los Angeles 1984.
Peristiwa tragis terjadi pada Olimpiade Munchen 1972 ketika sekelompok orang bersenjata yang berafiliasi dengan Palestina menyandera dan mengeksekusi 11 atlet Israel. Peristiwa yang dikenal sebagi “Black September” ini menjadi noda paling hitam dalam sejarah olimpiade.
Diplomasi melalui olahraga terbukti efektif untuk mempromosikan kepentingan nasional. Para atlet profesional yang sudah menjadi ikon global akan menjadi duta besar yang efektif untuk mempromosikan pesan-pesan perdamaian.
Atlet-atlet muslim yang sudah punya brand global itu bisa mengampanyekan perdamaian di Palestina dan menuntut pemecahan yang adil untuk mengakhiri kekerasan berkepanjangan ini. (*)
*Penulis adalah founder kempalan.com dan presiden Hizbul Wathan FC, Liga 2 PSSI

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi