JAKARTA-KEMPALAN: Presiden Indonesia Joko Widodo pada hari Senin (10/5) mengutuk kekerasan polisi Israel terhadap warga Palestina di Masjid Al-Aqsa di kota suci Yerusalem.
Widodo menekankan bahwa pengusiran warga sipil Palestina dari rumah mereka dan penggunaan kekerasan di Masjid Al-Aqsa tidak boleh diabaikan.
“Kami berharap mereka yang terluka sembuh total,” kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan.
Sementara itu, Singapura mengatakan pada Minggu (9/5) malam sangat prihatin dengan kekerasan yang telah terjadi di Yerusalem Timur yang diduduki selama beberapa hari terakhir, termasuk di Haram al-Sharif, atau Temple Mount, dan lingkungan Sheikh Jarrah.
Melansir dari Anadolu Agency, Polisi Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa pada hari Senin, menembakkan peluru berlapis karet, gas air mata, dan granat kejut ke arah warga Palestina yang sedang berjaga untuk mencegah penggerebekan oleh ekstremis Yahudi.
Menurut Bulan Sabit Merah Palestina, setidaknya 215 orang telah terluka dalam agresi terbaru Israel, yang terjadi ketika Yerusalem Timur yang diduduki bersiap untuk pawai nasionalis Yahudi yang direncanakan melalui kota itu pada Senin malam.
Sedikitnya 153 orang, termasuk beberapa dengan luka serius, telah dirawat di rumah sakit.
“Apa yang terjadi di Masjid Al-Aqsa pada saat penyerbuan dan penyerangan jamaah adalah bukti kebrutalan pendudukan Zionis,” kata Muhammad Hamadeh, juru bicara gerakan untuk kota Yerusalem.
Dia menyerukan kepada orang-orang Palestina untuk “tetap teguh dan mencegah pemukim memasuki Al-Aqsa”.
Sementara itu, Joko Widodo mengatakan Indonesia akan terus berpihak pada rakyat Palestina.
“Indonesia mengutuk tindakan tersebut dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan atas pelanggaran berulang yang dilakukan oleh Israel,” tulis Widodo di akun Twitter resminya. (Anadolu Agency, Abdul Manaf Farid)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi