Selasa, 26 Mei 2026, pukul : 15:57 WIB
Surabaya
--°C

Agar Tidak Mati Suri, Pemerintah Diminta Genjot Event Seni Tari secara Virtual

KEMPALAN: SENIMAN tari makin membutuhkan uluran tangan pemerintah, seiring pandemi Covid-19 yang belum mereda. “Kami nyaris tidak pernah manggung lagi, lantaran pandemi tersebut,” kata Ki Damar, Sabtu sore (8/5), praktisi tari dan budaya yang tinggal di kawasan Petemon, Surabaya.

Di sisi lain, seniman tari memerlukan media dalam mengaktualisasikan talentanya, sekaligus menyampaikan pesan atas gerak tarinya. “Hampir semua tarian memiliki makna yang berbeda-beda, sesuai pesan yang ingin disampaikan oleh pencipta tarian tersebut,” jelas Ki Damar.

Itulah sebabnya, pemilik nama asli Purwo tersebut menyarankan dinas pendidikan dan kebudayaan daerah, serta dinas pariwisata daerah untuk lebih meningkatkan event secara virtual.

“Siapa pun tidak berani memastikan, kapan penyebaran Covid-19 berakhir. Jadi, lebih baik kita fokus menggelar event yang dilakukan secara virtual. Boleh dalam bentuk festival, atau pergelaran biasa,” katanya. “Dalam hal ini instansi terkait di daerah yang paling paham sikonnya. Jadi, pemerintah pusat perlu memberikan penekanan ke daerah agar ide tadi bisa direalisasikan secara periodik,” sambung dia

Jika usulan itu dilaksanakan, maka aktivitas seni tari di Indonesia tidak akan mengalami mati suri. “Saya sangat yakin, semua seniman tari bakal menyambut positif, kalau pemerintah menggenjot event secara virtual,” tuturnya. “Kuncinya sekarang adalah bagaimana mengemas event virtualnya secara keren,” tegas Ki Damar.

Peserta Luar Negeri
Agar anggarannya lebih efisien, maka masing-masing daerah memanfaatkan taman budaya yang dimilikinya sebagai lokasi event virtual. “Jika dikemas baik, dan didukung promosi yang bagus, tentu peminatnya akan membludak,” lanjut Ki Damar yang lebih interes ke dunia tari kontemporer.

Karena disajikan secara virtual, sambung Ki Damar, maka lebih memungkinkan menyelenggarakan event berskala internasional. “Kalau kriterianya jelas dan terukur, saya sangat optimis event-nya banyak menarik animo peserta dari luar negeri,” kata pria 50 tahun itu. (sulaiman/moch taufiq)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.