JAKARTA-KEMPALAN: Nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) tentang kerja sama energi telah ditandatangani antara Kementerian Energi Azerbaijan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia.
Dalam nota tersebut Azerbaijan dan Indonesia akan bekerja sama di bidang migas hulu dan hilir, serta di bidang energi terbarukan.
Dokumen tersebut juga mencakup pelaksanaan proyek bersama tentang kerja sama ilmiah dan teknis, program pelatihan dan pengembangan, promosi investasi di sektor energi, penyelenggaraan seminar bersama, konferensi, dan forum energi.
Selain itu, pihaknya juga berencana untuk membentuk kelompok kerja bersama untuk membahas dan mengimplementasikan masalah-masalah yang timbul dari nota tersebut.
Berbicara tentang peran kerja sama energi dalam pengembangan hubungan bilateral kedua negara, Menteri Energi Azerbaijan Parviz Shahbazov mencatat bahwa SOCAR telah memasok minyak mentah ke Indonesia sejak 2007.

Selama tahun-tahun ini SOCAR telah memasok lebih dari 25 juta ton minyak mentah ke Indonesia, termasuk sekitar 24 juta ton Azeri Light.
Ia menambahkan, kerja sama energi antara Azerbaijan dan Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.
“Target peningkatan pangsa energi terbarukan pada kapasitas pembangkit listrik terpasang sekitar 1.500 MW hingga 30 persen, langkah yang diambil untuk menarik investor asing, khususnya rencana transformasi kawasan yang dibebaskan menjadi“ zona energi hijau ”membuat besar peluang untuk pengembangan kerja sama energi,” kata Shahbazov.
Ia menegaskan, dokumen yang ditandatangani tersebut mencakup kerja sama di bidang sumber energi terbarukan dan diversifikasi kerja sama di bidang ini.
“Menggunakan kesempatan ini, saya mengajak stakeholders sektor publik dan swasta, calon investor dari Indonesia untuk kerjasama di bidang green energy,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif menegaskan bahwa penandatanganan nota kesepahaman tersebut menandai tingkat baru kerja sama pengembangan energi antara Indonesia dan Azerbaijan.
“Situasi pandemi global yang diikuti dengan perlambatan ekonomi telah memberi kami tantangan nyata, namun memaksa kami untuk mengesampingkan hambatan dengan beberapa rencana dan strategi inovatif dan out-of-the-box. Dalam situasi yang penuh tantangan seperti saat ini, penguatan kolaborasi internasional tidak bisa dihindari, termasuk di bidang energi, ”ujarnya.
Arifin juga menyampaikan harapannya agar kerjasama energi antara Indonesia dan Azerbaijan semakin berkembang dan saling menguntungkan bagi kedua negara.
Perlu dicatat bahwa omset perdagangan antara Azerbaijan dan Indonesia mencapai $ 30,7 juta pada tahun 2020. Selain itu, omset perdagangan antara kedua negara mencapai $ 15,6 juta pada triwulan pertama tahun 2021. (azernews, reza m hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi