Selasa, 26 Mei 2026, pukul : 21:05 WIB
Surabaya
--°C

Mosi Inggris untuk Xinjiang, China Tidak Terima

Orang-orang mengadakan Meshrep, pertemuan komunitas tradisional Uygur, di Hami, Xinjiang. (Global Times)

LONDON-KEMPALAN: Juru bicara Kedutaan Besar China di Inggris pada hari Kamis (22/4) menyatakan kecaman kerasnya atas mosi terkait Xinjiang yang disahkan oleh British House of Commons.

Beberapa anggota parlemen Inggris membuat mosi ini di Xinjiang dengan tujuan untuk mendiskreditkan dan menyerang China. Langkah ini sangat melanggar hukum internasional dan norma dasar yang mengatur hubungan internasional dan sangat mengganggu urusan internal China. Pihak China dengan tegas menentang ini.

Juru bicara itu menekankan bahwa apa yang disebut “genosida” terhadap Uighur di Xinjiang adalah kebohongan yang melanggar hukum internasional.

Melansir dari Xinhuanet, apa yang disebut “genosida” adalah noda yang keterlaluan terhadap pencapaian pembangunan Xinjiang dan kebijakan terkait Xinjiang, China, kata juru bicara itu.

Masalah terkait Xinjiang pada dasarnya adalah tentang melawan terorisme kekerasan, radikalisasi dan separatisme, dan mereka mempengaruhi kedaulatan China, integritas teritorial dan keamanan nasional, kata juru bicara itu.

Berkat upaya bersama dari orang-orang dari semua kelompok etnis, tidak ada kasus teroris kekerasan di Xinjiang selama lebih dari empat tahun berturut-turut.

Juru bicara itu mencatat bahwa populasi Uighur di Xinjiang terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir.

Orang-orang dari semua kelompok etnis di wilayah itu sepenuhnya menikmati hak untuk hidup dan berkembang, kata juru bicara itu, seraya menambahkan bahwa bahasa lisan dan tulisan, budaya tradisional dan adat istiadat semua kelompok etnis dilindungi dengan baik dan dijalankan dengan baik.

“Ini adalah fakta bahwa tidak ada ‘genosida’ di Xinjiang dan China tidak pernah melakukan apa yang disebut ‘kejahatan terhadap kemanusiaan’. Kampanye kotor ‘genosida’ terhadap Xinjiang adalah manipulasi politik semata-mata atas nama hak asasi manusia,” kata juru bicara itu.

China sangat menentang campur tangan Inggris yang terang-terangan dalam urusan dalam negeri China dan tetap teguh dalam tekadnya untuk menjaga kedaulatan, keamanan dan kepentingan pembangunannya, pungkasnya. (Xinhuanet, Abdul Manaf Farid)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.