Sabtu, 16 Mei 2026, pukul : 03:02 WIB
Surabaya
--°C

Smart City, Eri Cahyadi: Birokrasi Harus Bersinergi Dengan Seluruh Perguruan Tinggi

SURABAYA-KEMPALAN: Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga telah menyelenggarakan Airlangga Forum yang ke 30 dengan tema “Smart City Dari Surabaya Untuk Dunia Bersama Walikota Surabaya, pada acara itu diselenggarakan secara online melalui Zoom Meeting yang juga disiarkan melalui radio Suara Sidoarjo.

Pada acara itu dihadiri oleh pemateri Eri Cahyadi Walikota Surabaya, Prof. Mohammad Nasih Rektor Universitas Airlangga, Prof. Badri Munir Sukoco Direktur Pascasarjana Universitas Airlangga, dan juga Suparto Wijoyo Wadir III Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga dan juga sebagai Host Airlangga Forum. Pada acara tersebut di hadiri juga tamu akademisi dari Malaysia dan juga beberapa politisi muda Surabaya.

Walikota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan birokrasi di Surabaya harus bersinergi dengan seluruh Perguruan Tinggi jika ingin mewujudkan Smart City.

Menurut Prof. Badri Indonesia harus keluar dari middle income trap yaitu dengan tranformasi ekonomi, seperti yang disampaikan juga oleh Jokowi. Negara yang sudah keluar dari middle trap income adalah negara BRICS (Brazil, Russia, India, China, Afrika Selatan), yaitu middle upper income.

Penyampaian materi oleh Prof. Badri Munir Sukoco/istimewa.

Menurutnya kurang lebih 2085 akan keluar dari middle trap income sedangkan masa emas indonesia adalah di tahun 2045. Ia menambahkan permasalah untuk Surabaya adalah sektor apa yang ada di Surabaya yang mampu menjadi sektor pendorong kenaikan PDRB.

Kemudian Prof. Hasliza Ghapa, tamu undangan dari Malaysia mengatakan, Smart City dikenal di Malaysia sebagai kota yang menggunakan teknologi informasi untuk mengembangkan perkembangan kota, dalam Smart City juga mementingkan Smart Enviroment , Smart Ekonomi, Smart Government, dan yang paling penting adalah Smart People.

Dr. Yatno Ladiqi yang juga tamu undangan dari Malaysia mengatakan, menurutnya itu juga cara yang smart untuk meningkatkan sebuah kota. Untuk membangun sebuah kota harus meletakkan keperluan teknologi seperti yg dilakukan China.

Edukasi addalah cara yang paling ampuh dan mujarab. Smart City adalah suatu realitas yang tidak akan bisa dihindari karena semuanya akan menjadi bagian dari itu.

Sementara itu, Prof. Ganden Supriyanto mengataka, secara sederhana, Smart City adalah bagaimana mengelola sumber daya apapun yang ada di kota secara efisien efektif dan inovatif dengan tujuan semua warganya hidup aman dan nyaman.

Smart City terdiri dari tiga item penting, yaitu sistem software yang merupakan sumber daya yang ada, sistem hardware yaitu aplikasinya, dan terakhir adalah sistem brainware yaitu big data dari seluruh sistemnya. Brainware adalah bagaimana organisasi psmkot bisa mengelola sistem yg baik. Software adalah bagaimana kesediaan sumber daya dan hardware adalah bagaimana kondisi infrastruktur dan jaringan internet di kota itu.

Kesimpulan dari diskusi yang cukup ringan dan senda gurau tadi adalah Smart City pada akhirnya tergantung pada optimalisasi digitalisasi pelayanan suatu kota. (Abdul Manaf Farid)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.