Minggu, 10 Mei 2026, pukul : 08:54 WIB
Surabaya
--°C

Catatan untuk Artikel “Jurnalisme di Ambang Kehancuran”

Ada beberapa yg kurang tepat di artikel itu. Chairul Tanjung membawahi TV7, kurang tepat karena TV7 sudah tak ada lagi, dan dulu dimiliki sepenuhnya oleh Kompas Gramedia (KG). Saat ini namanya Trans7, gabungan CT dan KG.
Lalu, Jakob (bukan Jacob) Oetama disebutkan dekat dengan PDI-P, mungkin persepsi. Faktanya, Pak JO pernah menjadi anggota MPR dari Golkar. Pak JO juga bukan dari Partai Kristen Indonesia, yang berfusi menjadi PDI setelah pemilu 1971. Kompas didirikan oleh sebagian aktivis Partai Katolik, bukan Partai Kristen Indonesia (Parkindo). Aktivis Parkindo mendirikan Sinar Harapan, lalu menjadi Suara Pembaruan.

Tulisan ini berpotensi “menepuk air di dulang, memercik muka sendiri”. Bukan berarti saya–kita orang media antikritik–tetapi kalau berlebihan dan “bombastis” malah sungguh-sungguh akan mematikan media dan jurnalisme itu sendiri. Dengan mengirimkan tulisannya ke media, sebenarnya penulis sudah mematahkan sendiri pendapatnya, jurnalisme telah mati dan semua media tanpa verifikasi atau tuna tanggung jawab dan nurani.

Saya menduga penulis mantan wartawan. Ia bisa jadi kecewa dengan institusinya , karena saya tahu beberapa teman mundur dari media karena tak mau diseret ke dunia politik praktis oleh pemilik media itu. Cuma menuliskan semua media tanpa verifikasi, mengabaikan jurnalisme yg agung, atau tuna tanggung jawab, terlalu berlebihan. (*)

Nama dan identitas ada pada redaksi

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.