Minggu, 10 Mei 2026, pukul : 09:57 WIB
Surabaya
--°C

Jepang Libatkan Pengusaha untuk Cegah Peningkatan Covid-19

TOKYO-KEMPALAN: Menteri Revitalisasi Ekonomi Jepang, Nishimura Yasutoshi mengadakan telekonferensi dengan tiga organisasi bisnis terbesar di Jepang membahas tentang meningkatnya kasus virus korona yang melibatkan kegiatan bisnis pada Senin (29/3).

Menteri Nishimura telah meminta para pelaku bisnis untuk melakukan semua upaya yang mungkin dalam tindakan pencegahan infeksi di tempat kerja, karena kasus virus korona sedang meningkat di beberapa wilayah.

Peningkatan kasus ini juga diperkuat dengan adanya aktivitas yang tidak diperlukan di tempat kerja.

Melansir dari NHK World-Japan, Nishimura menunjukkan beberapa wilayah yang kasus virus koronanya terus meningkat.

Pria berusia 58 tahun tersebut mengatakan jumlah kasus jelas meningkat di Kansai, Jepang Barat serta Tokyo dan sekitarnya. Dia juga mengatakan infeksi baru tampaknya meningkat di beberapa prefektur termasuk Miyagi di timur laut Jepang dan Okinawa di barat daya Jepang.
Kemudian, anggota partai Demokrasi Liberal Jepang itu mengatakan, “transfer pekerja adalah hal yang rutin dilakukan pada awal tahun bisnis baru di Jepang pada bulan April.”

“Perusahaan diharapkan menahan diri dari mengadakan pesta selamat datang, dan melakukan program pelatihan kerja mereka secara online,” tegasnya.

Nishimura menyatakan siap untuk melakukan semua yang dia bisa untuk menahan penyebaran virus bulan ini dan bulan depan.

Di sisi lain, Koga Nobuyuki, ketua Dewan Penasihat Keidanren, atau Federasi Bisnis Jepang, mengatakan peningkatan jumlah infeksi dan rumor varian virus korona ini memberikan proyeksi yang suram.

“Pergeseran ke teleworking harus tetap ada,” ujar Koga.

Lalu, Ketua Kamar Dagang dan Industri Jepang, Mimura Akio meminta pemerintah memeriksa langkah-langkah yang diterapkan di masa lalu. Pihak yang berlegitimasi harus memutuskan tindakan mana yang harus tetap diterapkan, dilonggarkan, maupun diikuti dengan lebih ketat.

Mimura meminta pihak berwenang untuk secara fleksibel menerapkan undang-undang yang direvisi tentang tindakan anti-virus khusus tergantung pada situasinya.

Ketua Asosiasi Eksekutif Korporat Jepang, Sakurada Kengo mencatat, hingga saat ini, para pejabat belum menyampaikan laporan rincian anggaran dana yang dialokasikan untuk menanggulangi wabah virus corona.

Sakurada meminta pemerintah memenuhi tanggung jawabnya untuk menjelaskan seberapa efektif langkah-langkah yang ditempuh untuk menghadapi virus korona. (NHK World-Japan, Belva Dzaky Aulia)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.