PARIS-KEMPALAN: Pemerintah Perancis dikritik keras oleh Persatuan Internasional untuk Cendekiawan Muslim (IUMS) karena meminta para imam masjid untuk merekomendasikan pernikahan sesama jenis pada Sabtu (27/3).
Pada Selasa (23/3), Menteri Kewarganegaraan Prancis, Marlène Schiappa membuat pernyataan di televisi, mengatakan bahwa para imam masjid di Prancis harus mengakui hak untuk menikah bagi orang-orang dengan jenis kelamin yang sama.
Sekretaris Jenderal IUMS, Ali al-Qaradaghi membuat postingan Facebook yang ditujukan kepada Schiappa dan menggambarkan permintaan tersebut sebagai tindakan yang provokatif dan tidak mendukung kehidupan damai di Prancis.
Melansir dari Anadolu Agency, Qaradaghi menegaskan untuk menghormati kesucian masyarakat dan pluralisme agama.
“Dunia telah menjadi desa kecil. Setiap keputusan negatif berdampak jauh melampaui apa yang diharapkan oleh pembuat keputusan,” jelasnya.
Pria berusia 72 tahun tersebut mengatakan bahwa pernyataan Schiappa melanggar hak asasi manusia serta dukungannya terhadap homoseksualitas itu dilarang tidak hanya dalam Islam namun juga oleh semua hukum ketuhanan.
“Keluarga dalam pengertian tradisional terdiri dari laki-laki, perempuan, dan anak-anak mereka, dan itu adalah definisi alami dan hukum yang didukung oleh deklarasi hak asasi manusia internasional,” jelasnya.
Dia menghindari homoseksualitas sebagai penyelewengan terhadap sifat manusia dan arti keluarga.
Pemimpin serikat tersebut mendesak umat Islam di Prancis untuk mengajukan banding kepada hukum dan institusi sipil untuk menghadapi peraturan apapun yang membatasi hak asasi mereka dan kebebasan beragama mereka. (Andolu Agency, Belva Dzaky Aulia)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi