RIYADH-KEMPALAN: Kantor urusan hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan pada Rabu (24/3) bahwa pihaknya membenarkan keakuratan pernyataan yang diterbitkan oleh ahli independen yang memimpin penyelidikan atas pembunuhan Jamal Khashoggi yang menuduh bahwa seorang pejabat senior Saudi telah mengancamnya.
Melansir Daily Sabah yang mengutip dari The Guardian pada hari Selasa (23/3) mengutip Agnes Callamard, pakar PBB tentang ringkasan mengenai pembunuhan, yang mengatakan seorang pejabat Saudi telah mengancam dia akan “diurus” jika dia tidak dikendalikan dalam mengikuti penyelidikannya atas pembunuhan jurnalis tersebut.
“Kami mengonfirmasi bahwa rincian dalam cerita Guardian tentang ancaman yang ditujukan pada Agnes Callamard adalah akurat,” kata juru bicara hak asasi manusia PBB Rupert Colville dalam balasan email kepada Reuters yang dikutip Kempalan dari Daily Sabah. Kantor hak asasi manusia PBB telah memberi tahu Callamard tentang ancaman tersebut serta keamanan dan otoritas PBB, tambahnya.
Dalam wawancara dengan The Guardian, Callamard mengatakan bahwa seorang pejabat senior Saudi membuat beberapa ancaman pembunuhan selama pertemuan dengan pejabat senior PBB lainnya di Jenewa. Pelapor khusus untuk pembunuhan di luar hukum mengatakan rekan-rekannya memperingatkannya tentang ancaman pada Januari 2020. Ancaman itu dibuat selama pertemuan “tingkat tinggi” antara diplomat Saudi yang berbasis di Jenewa, mengunjungi pejabat Saudi dan pejabat PBB.
“Itu dilaporkan kepada saya pada saat itu dan itu adalah salah satu kesempatan di mana Perserikatan Bangsa-Bangsa sebenarnya sangat kuat dalam masalah itu. Orang-orang yang hadir, dan juga kemudian, menjelaskan kepada delegasi Saudi bahwa ini sama sekali tidak pantas dan ada harapan bahwa ini tidak boleh berlanjut, ”kata Callamard.
“Catatan mengenai pertemuan itu benar, Saudi ingin menekan PBB agar mundur dari penyelidikan dan dia mengancam Callamard kepada rekan-rekannya di PBB,” kata seorang pejabat Prancis yang telah diberi pengarahan tentang masalah tersebut tetapi menolak untuk disebutkan namanya dalam berbicara tentang diplomasi internasional yang dikutip Kempalan dari Insider. Ia menambahkan bahwa Prancis akan melangkah untuk mengamankan Callamard, tapi tidak dijelaskan bagaimana caranya.
Seorang kepolisian Belgia yang bekerja dalam penyelidikan kriminal internasional seperti kasus Khashoggi menyarakan bahwa hal ini telah disampaikan kepada Amerika Serikat namun selama masa Donald Trump yang tidak punya ketertarikan untuk menyelesaikan masalah ini. Adapun ancaman itu sekarang dibuka kepada publik dengan dua tujuan: menarik perhatian pada ancaman ini hingga Saudi tidak mungkin untuk menghina atas menyasar Callamard lebih jauh, dan menekan pemerintahan AS di bawah Joe Biden guna mengambil langkah lebih jauh untuk menghukum Saudi.
“Saya akan segera mengumumkan ancaman itu kepada publik tahun lalu,” kata polisi Belgia itu. “Karena itu akan segera menghentikan pelecehan lebih lanjut. Tapi membocorkannya dengan cara ini sekarang setelah Trump pergi dan Biden jelas-jelas marah pada Saudi atas masalah ini, ini bisa memicu tekanan baru pada Saudi,” tambahnya.
Sementara itu, Awwad Alawwad, kepala komisi hak asasi manusia Saudi yang dianggap sebagai pejabat senior yang melakukan ancaman terhadap Callamard menolak bahwa ia melakukan hal itu pada Kamis (25/3).
“Saya baru saja menyadari bahwa Bu Agnes Callamard … dan beberapa pejabat PBB percaya saya entah bagaimana membuat ancaman terselubung terhadapnya lebih dari setahun yang lalu,” cuit Alawwad dalam Twitternya yang dikutip Daily Sabah. Ia menambahkan bahwa walaupun ia tidak mengingat percakapan persisnya, ia tidak ingin mengancam siapapun individu yang ditunjuk oleh PBB dalam perkara tersebut.
Dia menggambarkan dirinya sebagai pembela hak asasi manusia, dan berkata, “Saya kecewa karena apa pun yang saya katakan dapat ditafsirkan sebagai ancaman.” Sumber yang mengetahui masalah tersebut sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa Alawwad-lah yang membuat pernyataan itu. (Daily Sabah/Insider, rez)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi