Targetkan Juara Umum, Pemkot Dukung Program KONI Surabaya

waktu baca 4 menit
Wawali Surabaya Armuji dan Asisten Pemerintahan Yayuk Eko Agustin.

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya mendukung sepenuhnya program Puslatcab KONI Kota Surabaya dalam rangka meraih kembali gelar juara umum di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VII 2022. “Alhamdulillah, Pak Armuji selaku Wawali menyampaikan bahwa Pemkot Surabaya akan mendukung sepenuhnya semua program KONI Kota Surabaya, khususnya dalam menghadapi Porprov Jatim VII 2022,” kata Ketua KONI Kota Surabaya Hoslih Abdullah, Minggu (14/3).

Hal tersebut disampaikan Waki Wali Kota Surabaya, Armuji, ketika menerima audensi pengurus KONI Kota Surabaya di Balai Kota, Jumat (12/3) siang. Audensi tersebut juga dihadiri Asisten Pemerintahan Yayuk Eko Agustin, Kabid Sarana dan Prasarana Dispora Edi Santoso, serta Kabid Olahraga Dispora, Arif.

Selain persiapan menghadapi Porprov Jatim VII 2022, pada kesempatan itu Hoslih juga menyampaikan keluhan dari beberapa cabang olahraga. Khususnya mengenai sulitnya mencari venue untuk latihan di masa pandemi Covid-19.

Bahkan, cabang olahraga sepatu roda terpaksa latihan di Malang karena kesulitan mencari di Surabaya. “Sebelum pandemi Covid-19, sepatu roda masih bisa latihan di kompleks Gelora Bung Tomo, tapi sekarang tempat itu ditutup,” ujar Hoslih.Demikian pula cabang olahraga judo, panahan, balap sepeda dan lainnya. “Padahal judo dan panahan pada Porprov VI lalu menyumbangkan medali emas cukup banyak untuk kontingen Surabaya,” ungkap pria yang akrab disapa Cak Dullah itu.

Untuk sarana latihan bagi panahan, sebenarnya Perpani pernah dijanjikan akan sediakan ketika Tri Rismaharini masih menjabat wali kota Surabaya.Yaitu di Lapangan Karanggayam, belakang Stadion Gelora 10 November Surabaya.

Namun, Perpani tidak bersedia lantaran khawatir “berbenturan” dengan masyarakat yang biasanya menggunakan lapangan tersebut untuk latihan sepakbola. Ada lagi di kawasan Ngagel, tapi berbenturan dengan karang taruna setempat. Sehingga, sampai sekarang Perpani Surabaya tidak punya venue untuk berlatih.

Surabaya sendiri, menurut Hoslih, selalu meraih juara umum di ajang Porprov Jatim. Yaitu sejak Perprov I 2007 di Surabaya, Porprov II 2009 di Malang, Porprov III 2011 di Kediri, Porprov IV 2013 di Madiun, Porprov V 2015 di Banyuwangi dan Porprov VI 2019 di Gresik, Lamongan, Bojonegoro serta Tuban.

Hanya saja, meski pada Porprov VI kontingen Surabaya meraih juara umum, namun dari sisi perolehan medali ada penurunan. Di Porprov V meraih 118 medali emas, tapi di Porprov VI hanya 113 medali emas.

Pengurus KONI Surabaya saat audensi dengan Wawali Armuji di Balai Kota.

Menurut Hoslih, penurunan itu lantaran persiapan yang terbilang mepet. Puslatcav hanya empat bulan. Hal ini terkait diundurnya jadwal Porprov VI. Mestinya digelar 2017 (dua tahun sekali) kemudian menjadi 2019 (empat tahun).

“Kita sebenarnya sempat menggelar Puslatcab hingga 2016. Tapi kemudian distop karena Porprov yang mestinya digelar dua tahun sekali, ternyata diubah jadi empat tahun sekali. Alhamdulillah, kita tetap juara umum meskipun ada penurunan perolehan medali,” katanya.

Pada Porprov VII yang akan digelar 2022 nanti, Surabaya kembali menargetkan meraih juara umum. Untuk itu, ia berharap Pemkot Surabaya memberikan dukungan. Khususnya menyangkut penyediaan sarana dan prasarana untuk latihan bagi cabor.

Termasuk dukungan agar Puslatcab bisa segera digelar secepatnya. Paling tidak mulai April 2021. Mengingat, daerah lain seperti Malang dan Sidoarjo sudah lebih dulu melaksanakan.

“Kami tidak ingin di masa kepemimpinan Pak Eri Cahyadi sebagai Wali Kota Surabaya dan Pak Armuji selaku Wakil Wali Kota Surabaya, pada Porprov VII 2022 nanti kontingen Surabaya prestasinya malah menurun,” tuturnya.

Menanggapi laporan tersebut, Armuji mengatakan bahwa Pemkot Surabaya akan mendukung sepenuhnya program KONI Kota Surabaya.
Untuk itu, ia meminta kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) segera memfasilitasi dengan membuka kembali venue olahgara yang ditutup, sehingga cabor bisa menjalani program latihan.

Namun, lanjut Armuji, karena masih dalam masa pandemi Covid-19, harus dipilah-pilah. Kalau berbenturan atau bersentuhan langsung dengan orang, seperti judo, karate dan gulat, ia meminta agar diantisipasi.

“Tapi kalau tidak bersentuhan seperti balap sepeda, atletik, menembak, sepatu roda, panahan, tenis lapangan dan bulu tangkis, ya tolong dibantu,” kata mantan ketua DPRD Kota Surabaya ini.

Itu pun dengan catatannya. Kendati merekomendasi Dispora membuka venue untuk berlatih, Armuji menyarankan agar semua cabor menjalankan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

“Bila perlu harus disertai bukti telah mengikuti swab antigen. Dan harus membuat pernyataan bahwa akan menjalankan protokol kesehatan. Ini yang penting,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *