KEMPALAN: Seandainya saja ada istilah “pahlawan data”, rasanya julukan itu sangat tepat untuk disematkan pada seorang Kresnayana Yahya. Pakar Statistik ITS sekaligus CEO Enciety Business Consult yang Jumat sore 5 Maret 2021 tepatnya pukul 14:49 wib telah berpulang dalam damai pada Yang Maha Kuasa.
Sebaik-baik ilmu adalah ilmu yang bermanfaat, dan sebaik-baik orang adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain. Sosok Kresnayana Yahya benar-benar mewakili pernyataan tersebut. Dengan intonasinya yang terukur – teratur dan khas, suaranya sudah mengudara sejak 1999 di Radio Suara Surabaya sebagai co-host “Program Prospektif Bisnis dan Inspirasi Bersama Kresnayana Yahya.”
Melalui program tersebut sudah barang tentu sangat banyak informasi dan pengetahuan-pengetahuan terkini yang di-update oleh Kresnayana Yahya. Di luar aktivitasnya sebagai akademisi, berbagai posisi penting di beberapa organisasi yang berbeda pernah ditanganinya; Ketua Asosiasi Manajer Indonesia Cabang Surabaya, Presiden Asosiasi Pemasaran Indonesia Wilayah Jawa Timur, juga berbagai jabatan penting lain di bidang statistik, lingkungan, pemasaran hingga demokrasi. Master Statistik diperolehnya di University of Wisconsin – Amerika Serikat dan selama 6 tahun tercatat sebagai Komisaris Petrokimia Gresik, dari 2004 sampai dengan 2010.
Pernah juga dipercaya sebagai Dewan Pembina LEAD Indonesia, salah satu program The Foundation of Sustainable Development, Yayasan Pembangunan Berkelanjutan dari Inggris. Sebagai pakar statistik dan bisnis analis yang lahir di Jakarta 72 tahun silam, Kresnayana Yahya akhirnya lebih dikenal sebagai Arek Suroboyo.
Kresnayana Yahya benar-benar seorang panutan, sebagai akademisi, pengamat, juga analis, komentar-komentarnya dan kritik-kritiknya baik kepada pelaku usaha ataupun kepada pemerintah sebagai pengambil keputusan tidak membuat setiap kalimat yang disusun menjadi sakit hati tapi malah menjadi lebih memahami akan apa yang seharusnya dilakukan dan diputuskan.
Dalam beberapa kesempatan baik pada saat talkshow ataupun sebagai narasumber sebuah seminar, seringkali sebenarnya pernyataan atau data yang ditampilkan bukanlah sesuatu yang baru. Namun, di sinilah kelebihan seorang Kresnayana Yahya yang mampu mengemas pernyataan dan data tersebut dengan baik sehingga menjadi menarik yang membuat pendengar atau audience tertarik.
Didukung oleh intonasi dari modulasinya yang terukur dan teratur, khas seorang Kresnayana Yahya. Lengkap, komplit, inilah yang membuat setiap sesi seorang Kresnayana Yahya selalu ditunggu kehadirannya.
Tak banyak yang tahu dan memang jarang diketahui publik, dalam kesehariannya sebagai seorang akademisi dengan beberapa mata kuliah yang diampunya termasuk matematika dan tentu saja statistika, sosok Kresnayana adalah pengajar yang penuh semangat dalam mengajar dan berapi-api.
Gaya mengajarnya membuat mahasiswa menjadi semakin bersemangat, begitulah rata-rata komentar mahasiswa. Kresnayana juga selalu berusaha untuk memudahkan urusan mahasiswa dan bukan sebaliknya. Jabatan bukanlah segalanya, yang utama adalah karya, begitulah seorang Kresnayana Yahya pernah berpesan dalam kelas perkuliahan, yang semakin membuat mahasiswa jatuh simpati terhadap sosok ini.
Yang mungkin juga jarang diketahui khalayak adalah bahwa di medio 1990 – 2000, Kresnayana Yahya adalah juga seorang pembina paduan suara di kampusnya. Dalam setiap kesempatan menjelang pergelaran atau festival paduan suara yang akan diikuti, Kresnayana Yahya ternyata juga selalu menyempatkan memperhatikan dan memberi masukan-masukan dalam latihan, termasuk latihan alam.
Meskipun yang bersangkutan bukanlah seorang penyanyi dan bukan pula musisi. Minimal Kresnayana Yahya telah mengajarkan arti sebuah keseriusan dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik. Tidak sekedar belajar dan mengajak mahasiswa melek data dalam setiap analisisnya. Selamat jalan Pak Kresna, Selamat jalan Sang Pahlawan Data. (Bambang Budiarto–Pengamat Ekonomi ISEI Surabaya)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi