Eri Cahyadi: Sakit Cukup Tunjukkan KTP Surabaya, Langsung Dilayani

waktu baca 3 menit
Eri Cahyadi (tengah) usai Sertijab di Gedung DPRD Kota Surabaya.

SURABAYA, KEMPALAN: Pelaksana Harian (PLH) Wali Kota Surabaya Hendro Gunawan akhirnya lengser. Dia menyerahkan jabatan kepada pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, yakni Eri Cahyadi dan Armuji dalam serah terima jabatan (sertijab) yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Surabaya, Senin (1/3).

Sertijab tersebut diselenggarakan berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 131.35-368 Tahun 2021 tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020 di Kabupaten dan Kota di Provinsi Jawa Timur.

Ditemui usai sertijab yang dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tersebut, Eri Cahyadi menyampaikan tiga program utama yang akan segera dilakukan sebagai wali kota Surabaya untuk masa jabatan 2021-2024.

Yang pertama adalah BPJS bagi warga Kota Surabaya. Bahkan, terkait program ini Pemkot Surabaya sudah bertemu pihak BPJS. “Saya berharap Maret ini sudah selesai,” kata Eri Cahyadi kepada awak media.

Dengan adanya kerjasama dengan pihak BPJS ini, lanjut Eri, nantinya warga Surabaya yang sakit atau ada masalah kesehatan tidak perlu lagi repot, seperti mengurus surat keterangan miskin. “Cukup menunjukkan KTP Surabaya, langsung dilayani,” ujarnya.

Program kedua, saat ini Pemkot Surabaya sedang mendata setiap warga Surabaya yang pendapatannya minimal UMK. “Bagi yang belum bekerja nantinya akan kita buatkan UMKM,” katanya.

Untuk itu, penyerapan tenaga kerja ini Pemkot akan melakukan kolaborasi dengan UMKM. ”Jumlah UMKM kita yang tertinggi di Jatim. Sehingga ada sinergi bersama. Itu yang akan kita lakukan, karena kemarin sudah sinergi betul,” sambung mantan kepala Bappeko Surabaya ini.

Eri juga mengatakan bahwa nantinya kalau ada rapat di pemkot maka kue atau nasinya dari produk UMKM. Demikian pula untuk baju batik PNS. “Kudu nganggo batik gawenane UMKM Suroboyo,” tegasnya dalam dialeg Suroboyoan.

Untuk itu, menurut Eri, nantinya akan dibuatkan peraturannya dan akan dilakukan secepatnya. Bahkan, ia mengaku sudah sepakat dengan ketua DPRD Kota Surabaya untuk menjadikan UMKM sebagai penggerak dalam mengatasi masalah di tengah pandemi Covid-19

Eri mengingatkan agar warga tidak hanya melihat UMKM sebagai penjual kue.
Skalanya besar. Dibuat anak muda juga. “Bikin aplikasi itu juga UMKM, tapi bentuknya digital. Kalau dalam pikiran kita UMKM itu cuma sekadar bikin kue, ya salah itu. Nggak begitu,” tegas Eri.

Terkait UMKM ini, Eri menjanjikan platform yang mewadahi. ”Kita akan bikin Surabaya creative market. Akan kolaborasi dengan anak muda. Yang tidak punya tempat kita beri space, yang sudah punya ya tidak perlu lagi,” tuturnya.

Sedang ketiga yang merupakan program terakhir adalah penanganan Covid-19. Untuk program ini, Pemkot Surabaya membentuk Tim Satgas Covid-19 di setiap RW. “Yang jaga warga sendiri. Bukan hanya pemerintah. Karena cara kerja kita adalah gotong-royong,” kata Eri Cahyadi

“Program ini sudah jalan, namun nantinya akan lebih kita kuatkan lagi,” pungkasnya. (*)

Peliput: Dwi Arifin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *