Selasa, 10 Februari 2026, pukul : 13:16 WIB
Surabaya
--°C

Kiat-kiat Deteksi Kebohongan ala Agen CIA

Judul Buku: Spy The Lie

Penulis: Philip houston, Mike Floyo, Susan Carnicero, Don Tennant

Peresensi: Edwin Fatahuddin

Penerbit: Gramedia

Tahun: 2012

Tebal Buku: 283

 

KEMPALAN: Sejak dilahirkan manusia selalu dididik untuk tidak berbohong. Pendidikan kita selalu mengajarkan bahwa berbohong merupakan suatu tindakan yang buruk. Bahkan dalam beberapa kepercayaan, berbohong (mengisukan sesuatu yang tidak benar) dinilai jauh lebih kejam dari pembunuhan. Namun, sayangnya tidak semua orang menganut kaidah moral tersebut.

Banyak orang yang rela berbohong hanya untuk mendapatkan keuntungan. Keuntungan yang dimaksud di sini tidak hanya berupa uang maupun harta benda, namun juga pengaruh dan kepercayaan. Beberapa contoh di mana kebohongan dimanfaatkan untuk mendapat pengaruh dan kepercayaan dapat kita temui di pilkada maupun pilpres, di mana banyak wakil rakyat yang telah dilantik tidak memiliki sikap yang sesuai dengan janji kampanye mereka.

Namun, terkadang kebohongan juga tidak selalu digunakan untuk mendapatkan keuntungan, seseorang juga dapat berbohong demi menghindari sakit hati dan konflik, kebohongan jenis ini biasa disebut sebagai white lies (berbohong untuk kebaikan). Melihat banyaknya kemungkinan serta motivasi yang dapat mempengaruhi seseorang untuk berbohong maka buku ini akan menjadi pilihan yang baik untuk kamu yang memerlukan pedoman untuk mempersiapkan diri agar tidak mudah terjebak dalam tipu daya dan muslihat orang lain.

Spy the Lie ditulis oleh tiga orang anggota CIA, Philip Houston, Michael Floyd, dan Susan Carnicero yang merupakan bagian dari orang-orang terbaik di dunia dalam membaca perilaku. Buku ini merangkum cerita bagaimana mereka menggunakan metode khusus yang dikembangkan untuk mendeteksi kebohongan.

Melalui berbagai pengalaman menarik dalam investigasi kriminal yang mereka lakukan selama menjadi agen CIA, para penulis membagikan cara mengenali perilaku tak jujur yang dilakukan seseorang secara verbal maupun non verbal. Ketiga penulis juga menunjukan kepada khalayak bahwa metode serta trik-trik yang mereka gunakan dalam wawancara untuk membongkar kebohongan pelaku, juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Buku ini menjabarkan bahwa dalam mendeteksi kebohongan, kita harus menyadari bahwa tindakan seseorang tak berkaitan dengan logika. Kita harus selalu memasang prasangka bahwa kebohongan bisa muncul bahkan di tengah situasi paling masuk akal sekali pun, selain itu penulis juga menegaskan bahwa kebohongan tidak hanya datang dari mulut pelaku, namun juga dari prasangka baik kita terhadap si pelaku karena seseorang dapat mempercayai suatu kebohongan bukan karena mereka telah tertipu, namun karena mereka ingin tertipu.

Melibatkan perasaan akan sangat mempengaruhi penilaian kita. Oleh karena itu, penulis menyarakan bahwa kita harus melepaskan segala stigma, baik positif maupun negatif terhadap target sebelum mulai melakukan wawancara. Selain itu, buku ini juga menyediakan berbagai list pertanyaan yang dapat anda gunakan untuk mendeteksi kebohongan dalam berbagai situasi, dengan mempelajari berbagai teknik yang ada dalam buku ini, niscaya anda akan dapat mengetahui serta mendeteksi berbagai kebohongan yang diucapkan oleh kawan, keluarga, bahkan pasangan anda.

Terakhir, penulis juga menambahkan bahwa memiliki kemampuan mendeteksi kebohongan tidak hanya mendatangkan manfaat, namun juga tantangan karena mengungkap sebuah kebohongan akan selalu mendatangkan perasaan yang tidak mengenakan, terlebih lagi bila kebohongan itu dilakukan oleh orang-orang terdekat mereka. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.