Minggu, 21 Juni 2026, pukul : 13:17 WIB
Surabaya
--°C

Radial Road Surabaya Barat Tak Hanya Dinanti Citraland

Selain jalan lingkar luar barat (JLLB) Surabaya Barat, sebenarnya ada radial road. Radial road ini menghubungkan bundaran Pakuwon Mall hingga ke G-Walk Citraland, Surabaya. Citraland sudah membangun radial road ini hingga batas masjid Citraland dan G-Walk Surabaya. Sisanya ke timur, merupakah lahan pemkot, sebagian lahan warga, dan sebagian besar lahan Pakuwon.

Tidak panjang sisanya. Hanya sekitar satu kilometer saja. Namun, tarik ulur kepentingan antara Ciputra dengan Pakuwon bisa jadi menyebabkan pembangunan radial road ini terhambat. Pakuwon yang merasa “tak ada urgensinya” membuka jalan ke Citraland karena lahan mereka sudah nyaris habis, dan yang terutama posisi Pakuwon Mall dan perumahan Pakuwon Indah yang berada di depan, mungkin tak merasa perlu mempercepat pembangunan radial road.

Sebaliknya, Citraland tentu sangat berkepentingan dengan pembangunan radial road karena akan menjadi akses utama mereka yang selama ini harus melewati Citra Raya Unesa, jalan milik PTN Unesa dan Jalan Lontar yang terkenal sempit dan suka banjir itu.

Apalagi land bank alias lahan kosong mereka yang belum dikembangkan di sana masih 1000 ha. Belum lagi kalau bicara pengembangan Citraland hingga ke kawasan Randupadangan, Menganti, Gresik Selatan dengan master plan 2500 ha. Nilai jual tanahnya bisa naik lebih tinggi lagi kalau radial road—dan JLLB–sudah terwujud.

Apalagi pula, Citraland sudah merencanakan kompleks Citraland CBD di antara radial road dan JLLB itu. Ada kampus Universitas Ciputra, Mal Citraland Surabaya, menara-menara apartemen, hotel, perkantoran hingga rumah sakit. Begitu rencananya. Namun, karena radial road dan JLLB Surabaya tak kunjung tersambung, tentu saja Ciputra enggan mengucurkan belanja modal untuk mewujudkannya.

BACA JUGA  Polsek Balongbendo Semangati Petani untuk Keberhasilan Panen, Sukseskan Swasembada Pangan

Selain tentu saja faktor ada sebagian lahan milik penduduk di sana yang belum bebas. Namun, jumlahnya tidak signifikan dibanding lahan yang dimiliki Citraland, Pakuwon, maupun Pemerintah Kota Surabaya sendiri. Pemerintah Kota Surabaya sendiri pelan-pelan mulai bergerak ke arah pembangunan radial road sesuai master plan jalan Kota Surabaya yang sejatinya sudah dirancang sejak 2007 itu. Radial road termasuk di dalamnya. Namun, belum terealisasi hingga kini.

Tapi, gerakannya Pemkot Surabaya juga lambat. Wacana pembangunan jalan radial road Surabaya Barat sudah dihembuskan sejak ground breaking pertama pembangunan JLLB oleh Wali Kota Surabaya waktu itu, Tri Rismaharini. Sejak tahun 2015. Satu-satunya langkah Pemkot Surabaya menuju ke arah sana adalah pemindahan kantor Kelurahan Lontar yang memang akan terkena rencana jalan radial road itu.

Namun, apakah sejatinya hanya Citraland yang berkepentingan dengan radial road dan JLLB? Sepertinya tidak. Banyak pihak yang lain juga berkepentingan. Di belakang Citraland, terus ke barat dari Lakarsantri, tepatnya di Menganti, ada begitu banyak perumahan baru dibangun di sana dalam lima tahun belakangan ini.

Mulai dari Greenland-nya milik pabrik emas UBS Surabaya, Puri Safira Regency-nya Chalidana, hingga Grand Sunrise-nya grup Tanrise dan Cleo. Bahkan, nyaris ada Royal Residence 2 Menganti, yang entah kenapa, walaupun papan namanya sudah sempat terpasang megah, pembangunannya justru terkatung-katung tak jelas setelah tiga tahun lalu mendapatkan booking-an rumah dari ratusan pembeli. Kabarnya, sertifikat lahan kerjasama operasi yang dipakai oleh Royal Residence 2 Menganti itu bermasalah. Papan nama Royal Residence 2 Menganti pun akhirnya dicabut akhir tahun lalu. Perkembangan pesat perumahan di Menganti juga didukung oleh berdirinya rumah sakit baru milik Grup One Med, grup produsen alat-alat kesehatan. Nama rumah sakit itu Eka Husada. Lokasinya persis berseberangan dengan Puri Safira Regency, Menganti.

BACA JUGA  Febrina Kusumawati: Pelaksanaan SPMB di Surabaya Sesuai Ketentuan

Namun, perkembangan pesat Menganti sebagai imbas luberan pembangunan Surabaya Barat tak didukung oleh akses jalan memadai. Jalan yang sempat kerap menjadi macet. Apalagi pelebaran Jalan Wiyung, Surabaya, juga masih terhenti di pertigaan Wiyung-Lakarsantri-Bukit Darmo. Karena itu, otomatis JLLB dan radial road juga menjadi kebutuhan warga Menganti.

Dengan harga perumahan di lokasi strategis di Menganti sudah berharga di atas Rp500 jutaan, otomatis pembeli rumah di Menganti juga kebanyakan memiliki sarana transportasi mobil pribadi. Tapi, segmen pembeli rumah di Menganti ini, tak mampu mengakses perumahan-perumahan di Surabaya Barat yang harganya sudah tembus miliaran itu. Akhirnya pilihan pun jatuh pada  baratnya Surabaya: Menganti, Gresik Selatan. Kawasan yang bisa jadi in the future menjadi Serpong-nya Surabaya Raya kalau semua infrastruktur ini sudah terwujud: tol Krian Legundi Bunder Manyar (KLBM), tol Sumo, JLLB, dan, tentu saja radial road…(Freddy Mutiara)

 

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.