Rabu, 6 Mei 2026, pukul : 10:19 WIB
Surabaya
--°C

Bagi yang Sedang di Zona Ujian: Berbahagialah, Karena Ujian Itu Investasi

Analoginya seperti petani menanam padi. Kalau sawahnya sempit, biaya, tenaga, dan waktu yang tersita tak seberapa. Tetapi jika sawahnya luas dan tersebar di beberapa tempat, maka biaya, tenaga, waktu untuk berinvestasi jauh lebih besar.

Oleh: Hamka Suyana

KEMPALAN: Saya doakan, semoga pembaca yang sedang menjalani beratnya ujian, diberikan kemampuan Sabar, Syukur, Ikhlas (SASYUIK).

Postingan ini saya tujukan kepada yang sedang mengalami kejadian yang sangat mengecewakan atau sedang bersedih hati karena beratnya ujian yang dihadapi.

Ujian berupa penyakit yang tak kunjung sembuh, suasana rumah tangga yang sedang tertimpa prahara, kesempitan rezeki sehingga hidup seolah terjepit, gagal meraih yang diharapkan, atau sedang mengalami buruknya nasib, memang berat memikulnya. Namun, jangan berkecil hati, dan jangan berputus asa.

Semua ada nilai dan harganya. Semua kesulitan adalah bernilai investasi. Semua kesedihan akan dibayar dengan kebahagiaan.

Tapi tunggu waktu, jangan tergesa-gesa ingin melihatnya. Semua ada prosesnya. Tunggulah tiba limit waktu penderitaan tergantikan kebahagiaan.

Mungkin ada yang bilang, “Ujianku datang silih berganti. Ujian yang satu belum ada titik terang, disusul kemudian ujian lain datang menghantam. Nasibku kok begitu malang.”

Wajar dan sangat manusiawi jika yang sedang mengalami bertubi-tubinya ujian akan menyebabkan gamang memandang masa depan dan nyaris putus harapan.

Bolehlah sedih dan duka menghadapinya. Tetapi jangan terlalu larut dalam kesedihan dan kekecewaan. Hidup tidak hanya sekarang. Masa depan masih panjang. Di sana cahaya terang sudah menanti yang perlu disambut dengan semangat dan penuh harapan.

Jika Anda merasa bahwa ujian datang silih berganti, berarti Anda sudah banyak berinvestasi.

Analoginya seperti petani menanam padi. Kalau sawahnya sempit, biaya, tenaga, dan waktu yang tersita tak seberapa. Tetapi jika sawahnya luas dan tersebar di beberapa tempat, maka biaya, tenaga, waktu untuk berinvestasi jauh lebih besar.

Ingatlah pula investasi ala petani. Untuk menikmati hasil jerih payahnya, petani harus Sasyuik menunggu beberapa bulan.

Dalam kurun waktu perkembangan tanaman, sang petani selalu bersikap tenang, senang, lapang meski jerih payahnya seolah hilang selama berbulan-bulan. Jika saatnya panen tiba, semua padi menguning pada masa yang sama.

Cuma ada bedanya. Bagi yang sawahnya sempit, panen padi cuma sedikit. Bagi yang sawahnya luas, panen padinya melimpah ruah. Semua tergantung besar kecilnya investasi yang ditanam.

Semoga analogi di atas bisa dipahami dan mencerahkan. Bahwa ujian berat yang menghantam bertubi-tubi.

Bersyukur dan berbahagialah, nilai dan nominal kebahagiaan yang akan Anda panen pasti luar biasa, sebanding dengan pengorbanan yang Anda lakukan.

Cuma ingat. Syarat tetap berlaku yaitu jalani saja proses investasi dengan Sasyuik. Tenang, senang, lapanglah menjalani ujian.

Maka sesungguhnya bersama kesulitan Ada Kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan Ada Kemudahan.

Itu janji Allah SWT di dalam Qur’an. Allah Maha Menepati Janji. Haqul yakinlah sepenuh jiwa raga.

Lihatlah dengan pandangan keyakinan, bahwa di masa depan sana, air mata kesedihan, haqul yakin, Allah gantikan dengan air mata kebahagiaan.

Yakin, yakin, yakin! Pertolongan Allah sangat dekat dan Allah pasti menepati janji.

*) Hamka Suyana, Motivator Cahaya Sasyuik

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.