Jumat, 1 Mei 2026, pukul : 11:22 WIB
Surabaya
--°C

Siap-siap Desak “Impeachment” Prabowo – Gibran

Keanggotaan BoP dan perjanjian ART dengan Amerika adalah blunder abad ini. Indonesia yang mendukung kemerdekaan Palestina justru menghambat untuk kemerdekaan. Misi BoP penuh dengan tipu-tipu.

Oleh: M Rizal Fadillah

KEMPALAN: Tampaknya semakin tidak membawa harapan kinerja pemerintahan yang dipimpin oleh Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka ini. Terlihat dari Manajemen penyelenggaraan negara amburadul bagai tanpa perencanaan dan pengorganisasian yang efektif efisien.

Kementerian asyik dengan mainan masing-masing. Ironinya kinerja buruk tetap diapresiasi oleh Presiden Prabowo, karena modal tolok ukur hanya kepatuhan dan tepuk tangan para Menteri. Presiden dan Wakil Presiden tidak bersinergi.

Petantang-petenteng sendiri-sendiri. Satu bak kakek pikun dan yang lain anak bayi.

Keterpilihan Gibran disorot, dan bahkan sejak mulai pencalonan. Rekayasa usia sangat vulgar, konstitusi dimainkan dan penyelenggara pemilu dibusukkan. Rakyat dipaksa untuk diam melihat kepalsuan-kepalsuan.

Gibran adalah Wakil Presiden cacat yang dipaksakan. Terakhir diketahui ia tidak memenuhi syarat pendidikan. Desakan pemakzulan sangat kencang. Sayangnya Prabowo melindungi, sadar bahwa si bocil ini adalah gratifikasi untuk tiket cari dukungan sang bapak, Joko Widodo.

Rakyat memaklumi jika desakan pemakzulan terbatas pada Gibran saja. Prabowo diharapkan memiliki Wapres yang lebih smart dan mumpuni nantinya.

Kesempatan untuk memperbaiki kinerja. Namun sepertinya Prabowo buta dan tuli terhadap aspirasi. Lebih memilih patuh pada Jokowi ketimbang mengikuti suara nurani.

Hal ini juga sama ketika menyikapi tuntutan ganti Kapolri. Berbelit dan sulit, padahal Kapolri sudah siap untuk alih profesi menjadi petani.

Ternyata Prabowo bukan pemimpin yang bagus dan berdedikasi. Mimpi yang tinggi tidak didukung oleh konsistensi diri. Janji kampanye banyak tertinggal di langit dan tidak bisa di bawa ke bumi.

Blunder demi blunder dilakukan sehingga kepercayaan tergerogoti. Kabinet gemuk, boros, korup, hukum berantakan, gemar piknik, banyak omon, serta mengabdi pada Jokowi dan oligarki.

Belepotan mengelola program unggulan MBG. Justru program ini menjadi sarang korupsi bagi instansi, relasi, dan famili. Mahasiswa berkata bahwa MBG itu maling berkedok gizi. Program ini diprediksi akan gagal dan meninggalkan kebocoran dahsyat pada kas negeri. Membuat tangisan pilu ibu pertiwi.

Keanggotaan BoP dan perjanjian ART dengan Amerika adalah blunder abad ini. Indonesia yang mendukung kemerdekaan Palestina justru menghambat untuk kemerdekaan. Misi BoP penuh dengan tipu-tipu.

Amerika dan Israel adalah musuh Palestina yang anehnya kini menjadi sahabat Indonesia. Kesekian kali Prabowo berkhianat atas bangsa. Ngotot tetap di BoP dengan mengabaikan desakan rakyat nenimbulkan kecurigaan. Menurut The Guardian, BoP adalah “Klub suap menyuap”.

Indonesia dalam keadaan bahaya di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.

Penyelamatannya tidak ada jalan lain selain memakzulkan keduanya. UUD 1945 mengatur tentang mekanismenya. Rakyat tampaknya sudah bersiap-siap untuk mendesak penggantian kepemimpinan. Impeachment menjadi keniscayaan.

Indonesia sedang meluncur ke ruang yang gelap.

*) Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.