Suara mahasiswa sesuai nalurinya tidak akan bisa serta merta diredam atau juga diancam oleh kekuasaan. Mahasiswa makim diancam akan makin keras bersuara sebagai wakil rakyat.
Oleh: Sutoyo Abadi
KEMPALAN: Sudah demikian parah rakyat ditipu dan dipimpin Presiden hanya pintar omon-omon soal apa saja, tipuannya sama dengan Joko Widodo, “guru” politiknya.
Harapan perubahan negara kembali normal sudah padam. Rakyat dalam kondisi yang benar-benar sudah tidak berdaya, pasrah, merintih, maka akan lahir suatu kekuatan yang bisa mewakili penderitaannya.
Jujur dan sangat menyedihkan yang muncul hanya narasi imajinasi: bahwa akan kita lawan – harus kita lawan – seperti suara kaset rusak (bodol) – hanya NATO: Not action – Talk only.
Negara ini sudah sangat gawat dan mendapatkan tekanan politik dari Luar Negeri, sedangkan penjajah Oligarki hitam semakin membabi-buta.
Mentalnya pemimpin bangsa ini juga seperti rakyat kambing, sangat jinak, seperti rakyat jajahan. “Bangsa yang paling lunak di dunia” (het zachtmoedigste volk ter aardep).
Jiwa perjuangan pemimpin bangsa ini sudah mati semangat perjuangannya, tidak punya keinginan untuk membebaskan diri dari penindasan ibarat “a sheet of loose sand”.
Bagaikan pasir yang meluruk dan rapuh. Tiada keteguhan, sehingga mudah ditiup ke mana-mana.. hanya NATO: Not Action …. Talk Only.
Dalam sesak napasnya rakyat secercah harapan mendapatkan juru bicara dari Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) Tiyo Ardianto atas nama rakyat melontarkan kritik keras kepada rezim Prabowo Subianto.
Tidak peduli dengan teror yang dia dapatkan usai menyebut Presiden bodoh dan memelesetkan MBG menjadi Maling Berkedok Gizi, mereka tidak lantas ciut nyali lalu tutup mulut.
Awalnya, ia menyoroti kasus bunuh diri siswa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kematian bocah gara-gara (MBG). Dia mengatakan bahwa tak layak lagi kita sebut MBG sebagai makanan bergizi gratis. Dia menyebut program tersebut menjadi wadah korupsi tersistematis.
Semua terekam oleh masyarakat luas melalui Video yang diunggah oleh akun Instagram @genpicomedia viral di media sosial, menampilkan pengakuan Tiyo soal intimidasi dari nomor berawalan kode negara Inggris.
Semestinya kritik jadi alarm yang membangunkan pemerintah dari tidur panjang, sayangnya, sebagaimana para pemalas, pemerintah lebih senang menghentikan alarm itu supaya lanjut tidur lagi, “lalu bermimpi tentang Indonesia Emas 2045,” tambahnya
Rakyat sudah sadar bahwa, “Kita sedang dipimpin oleh orang bodoh yang tidak sadar bahwa dirinya bodoh dan karenanya tak pernah mau belajar, tapi justru memilih menularkan kebodohannya kepada yang lain.”
Ajaibnya lagi, “orang pintar sekelilingnya rela-rela saja dibuat bodoh dan dengan bangga menjujung kebodohan pimpinannya,” tulis Tiyo Ardianto dalam Unggahan Instagram.
Pesan teror datang via WhatsApp dari nomor asing tak lama setelah itu. Tiyo menyebut dirinya mendapat intimidasi berupa ancaman, pesan penculikan, hingga penguntitan oleh dua orang yang tak dikenal.
“Sebagai mahasiswa BEM UGM, saya tidak takut apalagi gentar selama terus lahir orang-orang waras di Republik ini,” tegasnya.
Suara mahasiswa sesuai nalurinya tidak akan bisa serta merta diredam atau juga diancam oleh kekuasaan. Mahasiswa makim diancam akan makin keras bersuara sebagai wakil rakyat.
Pada saat bersamaan anggota DPR sudah lumpuh total. Kekuatan mahasiswa pasti akan lahir untuk menyelamatkan NKRI.
Jauh dari sekedar NATO: Not Action – Talk Only, akan tenggelam oleh kekuatan yang secara alami pasti akan muncul, dan benar-benar bisa menjadi gelombang revolusi yang dahsyat dan bisa meruntuhkan kekuasaan yang angkuh, bodoh dan dhalim. *) Sutoyo Abadi,Koordinator Kajian Politik Merah Putih

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi