Pecatur Top Bergelar Master FIDE, Master Internasional Hingga Master Nasional Ikuti Turnamen Catur Dirjen Dikti Cup Unesa 

waktu baca 3 menit
GM Susanto Megaranto berjabat tangan Usai pertandingan melawan rektor Unesa cak Hasan yang berakhir Remis (Foto-foto: M Fasichullisan)

SURABAYA -KEMPALAN : Turnamen Catur Dirjen Dikti Cup dalam rangka Disnatalis Unesa 61 secara resmi dibuka oleh Direktiorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Prof. Dr. Khoirul Kuntadi ST.M Eng  di Aula FIKK Unesa Kampus 2 Lidah Wetan Surabaya pada sabtu (29/11/2025).

Rangkaian kompetisi catur level nasional tersebut diawali dengan acara talk show dengan menghadirkan tiga narasumber kompeten yakni Grand Master Susanto Megaranto dan Grand Master Novendra Priasmoro serta pakar Neurosains Prof. Dr. Aditya Tri Hernowo, Ph.D.

Usai  pembekalan pengetahuan tentang bagaimana bermain catur yang di kolaborasikan dengan sport science, peserta juga menyaksikan pertandingan Seasson antara Grand Master Susanto Megaranto versus rektor Unesa Prof.Dr Nurhasan M. Kes , dan Grand Master Priasmoro Novendra versus Prof.Dr. Khairul Kuntadi ST. M.. Eng. dalam Seasson dengan format berfikir 15+10 ini berakhir dengan remis.

Pertandingan tersebut menjadi perhatian ratusan peserta dan tamu undangan yang hadir di FIKK Unesa Kampus II Lidah Wetan. Momen ini menjadi simbolisasi sinergi antara prestasi olahraga dan dunia akademik, sekaligus memotivasi para peserta turnamen untuk menjunjung tinggi sportivitas dan semangat juang, sebagaimana disampaikan dalam sambutan pembukaan acara.

Turnamen Catur Dirjen Dikti Cup 2025 sendiri merupakan bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke-61 Unesa dan diikuti oleh 325 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Turnamen ini akan berlangsung selama dua hari 29-30 November 2025 dengan memainkan 9 babak serta memperebutkan total hadiah Rp.100 juta.

8 Pecatur Bergelar Master Internasional, Master FIDE, Master Nasional Ikuti Turnamen Catur Dirjen Dikti Cup 

Grand Master Susanto Megaranto saat bertanding menghadapi rektor cak Hasan ( foto: M Fasichullisan)

Kompetisi catur level nasional nasional ini diikuti 325 peserta termasuk 8 pecatur Top Indonesia yang sudah bergelar Master Internasional (MI) Candidate Master(CM), Master FIDE, dan Master Nasional (MN).

Inilah 8 Pecatur Bergelar Master 

1. CM Zdiththaulay Ramadhan Elo 2232 ( Gunadarma

2. Zacky Dhiyo Ulhaq(FM) Elo 2145( Gunadarma)

3. Stevanky (MN) elo 2100

4. Putu Luhur A Kusuma (MN) elo 1995

5. Febian Glenn Mariano(MF) elo 19946. David Setiawan FS K (MN) elo 1866( Ubaya)7. Bintang Rasyid Arrafi Hidayat( (CM) elo 1858 Univ. Dian Nuswantoro 8.  Kurnia Bagus Tri Laksa ( PM) elo 1864( UNESA)

Rektor Unesa Nurhasan mengatakan turnamen ini bukan hanya memperkuat kompetisi, tetapi juga menunjukkan bahwa ekosistem catur di Indonesia terus tumbuh dan berkembang. Penyelenggaraannya juga menggunakan teknologi sport science sehingga lebih terukur.

“Ini bukan hanya memperkuat turnamen tetapi juga menunjukkan bahwa ekosistem catur di Indonesia terus bertumbuh menuju level dunia,” ujarnya.

Bahkan, Cak Hasan menegaskan akan meningkatkan level penyelenggaraan menjadi internasional. Termasuk juga memperluas kategori yang akan dipertandingkan.

“Tahun depan akan kita update menjadi internasional. Ada junior dan beberapa bomor dalam rangka membumikan catur. Pada glirannya akan jadi kelas dunia,” lanjutnya.

Sementara itu, Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Khairul Munadi mengapresiasi Unesa dalam menyelenggarakan turnamen ini.

“Inisiatif yang luar biasa dari Unesa. Kami ingin menyampaikan kepada publik bahwa ada hubungan erat dunia akademik dan catur olahraga sebagai otak,” jelasnya

Menurutnya turnamen tidak hanya sekedar pertandingan, tetapi juga menjadi budaya intelektual manusia. Catur menawarkan banyak manfaat.

“Kami kira bisa berlanjut dan akan ada rangkaian kegiatan lain sehingga catur diketahui banyak kalangan masyarakat,” katanya.

Pertandingan menggunakan format waktu pikir 15+10 dan memperebutkan total hadiah Rp100 juta, menjadikannya salah satu turnamen catur akademik terbesar di Indonesia tahun ini.(Ambari Taufiq/Mochammad Fasichullisan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *