Rabu, 6 Mei 2026, pukul : 17:29 WIB
Surabaya
--°C

IPSI Surabaya Kokoh di Puncak, Fokus Siapkan Generasi Emas untuk PON

Surabaya – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Surabaya kembali menunjukkan dominasinya di ajang Kejuaraan Provinsi Jawa Timur. Tim ini berhasil mempertahankan gelar juara umum lewat raihan 5 medali emas, 1 perak, dan 5 perunggu, unggul jauh dari pesaing di posisi kedua dan ketiga.

Ketua Umum IPSI Surabaya, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menyebut keberhasilan ini sebagai buah dari kerja keras para atlet, pelatih, dan tim pendukung. Ia menekankan, prestasi ini tidak membuat IPSI berpuas diri, melainkan menjadi motivasi untuk menyiapkan atlet-atlet baru menggantikan senior yang akan naik level.

“Bagi atlet senior yang sudah tidak memperkuat tim, kami dorong untuk melangkah ke jenjang lebih tinggi, termasuk Puslatda untuk persiapan PON,” jelas BHS, Kamis (7/8/2025).

BHS juga mengingatkan pentingnya apresiasi dari pemerintah kota. Ia meminta Ketua KONI Surabaya Hoslih Abdullah dan Wali Kota Eri Cahyadi segera merealisasikan bonus yang dijanjikan. “Saya memberikan apresiasi pribadi sebagai penyemangat, tapi bonus resmi dari pemerintah itu yang paling dinanti,” ujarnya.

Meski raihan emas masih di bawah target internal IPSI yang mematok 6 emas, pencapaian ini tetap melampaui target KONI yang menetapkan 4 emas. BHS optimistis pada Porprov 2027 di Surabaya, pencapaian bisa sesuai target bahkan lebih.

KONI Surabaya: Bonus Atlet Lebih Besar dari Daerah Lain
Ketua KONI Surabaya, Hoslih Abdullah, memastikan bonus atlet segera cair dan nilainya akan mengungguli daerah lain di Jawa Timur. “Kalau daerah lain memberikan Rp40 hingga Rp60 juta, Surabaya akan memberikan lebih. Ini bentuk apresiasi mempertahankan juara umum,” katanya.

Ia menargetkan cabang pencak silat bisa meraih 7 hingga 9 emas di Porprov 2027 dan menjadi salah satu kekuatan menuju PON 2028.

Perjuangan Atlet di Balik Kemenangan
Atlet peraih medali emas, Dicky Chandra Kurniawan, mengungkap persiapan panjang jelang kejuaraan. Latihan rutin dua jam per hari, dimulai dengan lari lalu latihan teknik, menjadi resep kebugaran sekaligus strategi menghadapi lawan.

“Yang paling menantang tentu final. Tapi dengan persiapan matang, semua bisa dilewati,” ungkapnya.

Dicky yang mulai menekuni pencak silat sejak kelas 1 SMA kini tengah mempersiapkan diri untuk tampil di ajang nasional dan PON cabang bela diri. “Harapannya bisa meraih hasil terbaik,” pungkasnya.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.