KABUPATEN MALANG-KEMPALAN: Pemasaran digital memegang peranan vital saat ini. Karena, pemasaran digital dapat menjangkau audiens yang lebih luas, memberikan data terukur, dan meningkatkan efisiensi biaya.
Di Desa Wringinanom, kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, contohnya. Desa ini juga mempunyai banyak potensi lokal. Antara lain produk makanan, pertanian, dan kerajinan.
Sebab itulah mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang tergabung di Kelompok 36 program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) di Desa Wringinanom mencoba untuk bisa mendorong masyarakat lebih melek media digital dalam mengembangkan potensi daerahnya.
MMD UB pun sudah melaksanakan program kerja yang bertajuk “Pemberdayaan Kewirausahaan Masyarakat Desa Wringinanom melalui Peningkatan Pengetahuan dan Skill Entrepreneurship serta Perluasan Akses Pasar Digital,’’ pada Senin (7/7).
Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Sumaji Rachmat selaku ketua UMKM Desa Wringinanom. Rata-rata, program ini dihadiri pelaku UMKM lokal, yaitu ibu rumah tangga.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendorong masyarakat desa supaya mampu memanfaatkan potensi lokal yang mereka miliki. Sehingga bisa membuka peluang usaha yang dapat dipasarkan secara lebih luas melalui media digital.
Program ini jadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin kedelapan, yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Materinya meliputi pengenalan dasar kewirausahaan, pemetaan potensi usaha desa, manajemen usaha kecil, pembuatan branding dan kemasan, hingga pemasaran digital melalui platform Instagram dan Facebook.
Masyarakat diajak untuk belajar langsung mengambil foto produk, menulis deskripsi yang menarik, serta memposting produknya ke dalam grup jual-beli dan di media sosial pribadi.
Tidak hanya teori, kegiatan ini juga mencakup praktik langsung. Termasuk membuat akun usaha dan simulasi promosi digital yang sederhana dan mudah diterapkan pelaku usaha pemula.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN UB Kelompok 36, Dr. Ir. Arief Andy Soebroto, ST., M.Kom, menyebut program ini merupakan langkah awal menciptakan wirausahawan digital di pedesaan.
’’Kami mengharapkan pelatihan ini dapat membuka jalan bagi masyarakat desa dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga, serta membangun ekosistem usaha kecil yang mandiri dan berkelanjutan di Desa Wringinanom,’’ ucap Arief.
Ketua pelaksana program Daffa Putra Hardian menambahkan, kegiatan ini digelar tidak hanya sebagai edukasi jangka pendek. ’’Juga bisa jadi pondasi awal, supaya masyarakat di Desa Wringinanom lebih percaya diri mempromosikan dan menjual produk lokalnya secara mandiri,’’ imbuh Daffa.

(Foto: Dokumentasi Kelompok 36 MMD UB)
Daffa pun mengharapkan setelah pelatihan ini, peserta dapat terus mengembangkan usahanya masing-masing, dan mampu memanfaatkan media digital untuk memperluas pasar.
Kegiatan pelatihan ini ditutup dengan sesi tanya jawab, pembagian modul pelatihan, dan pengisian kuisioner evaluasi sebagai bagian dari indikator keberhasilan kegiatan tersebut.
Berdasarkan respons dari peserta, kegiatan ini dinilai sangat bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat desa saat ini. Salah satu peserta menyampaikan bahwa materi pelatihan sangat mudah dipahami, dan dirinya menjadi termotivasi untuk mulai memasarkan produk makanannya secara online.
Dengan berakhirnya program ini, diharapkan masyarakat Desa Wringinanom mampu melanjutkan dan mengembangkan semangat kewirausahaan, serta semakin percaya diri dalam memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. (YMP)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi