Wali Kota Eri akan Beri Penghargaan Petugas Satpol PP Korban Penganiayaan saat Bantu Warga

waktu baca 2 menit
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

SURABAYA-KEMPALAN: Dua petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya, menjadi korban dugaan penganiayaan oknum demonstran saat membantu warga yang akan melintas di Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Kamis (30/11) sore.

Akibat insiden tersebut, kedua petugas Satpol PP berinisial AM dan TA itu harus mendapatkan perawatan di RSUD dr Soewandhie Surabaya. Namun, kini keduanya telah pulang usai mendapatkan perawatan dan observasi..

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun menyayangkan peristiwa tersebut. Ia menyebut, kedua petugas Satpol PP itu telah menjalankan tugasnya dengan baik, yaitu membantu warga yang hendak melintas di jalan karena ditutup oleh aksi demonstrasi buruh.

“Alhamdulilah sudah dipulangkan. Tapi mereka adalah Pahlawan buat saya, orang yang berani menjalankan Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Orang yang berani membela kepentingan orang lain,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Sabtu (2/12/2023).

Dua petugas Satpol.PP yang diduga jadi korban pengamiayaan oknum demonstran saat membantu warga.

Eri Cahyadi juga mengapresiasi keberanian kedua petugas Satpol PP tersebut. Menurutnya, hal tersebut merupakan contoh bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) lainnya untuk berani berjuang demi kepentingan umat.

“Insya Allah saya juga akan ke rumahnya, saya akan berikan penghargaan kepada dua petugas ini. Pegawai ASN harus berani kayak gini. Ini contoh untuk ASN-ASN lainnya, kita harus berani berjuang untuk kepentingan umat,” tegasnya.

Di sisi lain, Wali Kota Eri juga meminta kepada Polrestabes Surabaya untuk segera menangkap pelaku penganiayaan tersebut. Menurutnya, tindakan penganiyaan itu tidak dapat dibenarkan. Apalagi kedua petugas Satpol PP itu hanya menjalankan tugasnya untuk membantu warga.

“Yang saya minta, tangkap orang yang membuat Satpol PP Surabaya mengalami cedera seperti ini. Karena mereka (Satpol PP) menjalankan tugas membantu warga dan tidak menghalangi demo,” tegasnya.

Di samping itu, ia juga meminta kepada seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak terprovokasi dengan peristiwa tersebut. Ia berharap ke depan agar aksi demonstrasi dapat berjalan dengan aman dan tertib.

“Bayangkan saja sekarang ada demo, terus tidak bisa jalan, sesak, kemudian mati di tengah jalan gimana? Nah kita kasih jalan kan untuk itu (aksi demo) juga, kok malah begitu. Makanya saya minta atensi betul dari Pak Kapolrestabes untuk segera menangkap,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *