SIDOARJO-KEMPALAN: Guru SDN Pucang I Sidoarjo Agustinus Hari Sugianto yang piawai menciptakan karya tari merasa bersyukur mampu mengakhiri pengabdiannya selama kurang lebih 30 tahun tanpa kendala.
“Ya memang saya 6 tahun terakhir menderita stroke sehingga tidak optimal dalam berkreasi,” ujar Pak Agus sapaan akrab Agustinus Hari Sugianto yang bulan Mei 2023 memasuki purna tugas.
“Alhamdullilah dalam kondisi stroke saya masih bisa menciptakan satu tarian berjudul Sholah Madiun yang diasisteni Sugeng dari sanggar Sukti Sekartaji,” kata Pak Agus yang pernah mendapatkan penghargan dari Komunitas Seni Swargaloka pada 2022.
Menurut guru SDN Pucang 1 Sidoarjo ini, selama menderita stroke selama 6 tahun itu, semangat berkreasi mencipta karya tari masih menggelora hanya saja terkendala untuk mengekplorasinya.
“Ide gagasan menciptakan karya tari masih tetap membara, cuma untuk mewujudkan banyak kendala di antaranya mendapatkan asisten yang cocok dan bisa menjabarkan gagasan ide yang ada di kepala saya, memang pernah ada yang cocok sayangnya tidak bertahan lama,” jelas Agustinus .
Selama menjadi ASN guru, Pak Agustinus tidak hanya aktif mencipta karya tari melainkan memacu peserta didik berkreasi di khasanah seni vokal. “Selain mencipta tari saya juga mengarang lagu yang bermuatan kearifan lokal seperti Sidoarjo Kota Delta,” ungkapnya penuh semangat.
Menjelang purna tugas Pak Agus merasa bahagia, karena tari ciptaanya yang dulu
pernah mendapatkan penghargaan dalam Festival Tari Nasional,Tari Banjarkemuning memperoleh Hak Cipta dari Kemenhumham atas prakarsa Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sidoarjo.
“Tari karya yang berjudul Bang Bang Wetan mendapatkan
penghargaan dari Komunitas seni Swargaloka di Surabaya tahun 2021,” kata Pak Agus yang menerbitkan buku modul Tari Banjarkemuning dalam cetakan terbatas.
“Memang ada rencana kami perbanyak untuk panduan pembelajaran tari Banjarkemuning di sekolah,” imbuhnya penuh semangat.
Menjelang masa purna tugasnya menjadi ASN abdi negara Pak Agus banyak beraktivitas di bidang olah vokal di antaranya mencipta lagu bermuatan kearifan lokal.
“Ya kalau olah vokal itu lebih mudah dari seni tari karena tidak perlu asisten bisa dilakukan, terlebih suara saya masih kung..layak hahaha,” tandas Agustinus.
Berbicara pengembangan karya tari dalam beberapa tahun terakhir berdasarkan pandangan Pak Agus, di bidang karya cipta tari kurang menggembirakan,minim penciptaan tari baru. “Saya melihat geliat penciptaan tari baru masih belum optimal, meskipun kegiatan seni tari memang boleh dikatakan semarak,” tandas Agustinus yang berobsesi mewujudkan karya tari Putri Jenggolo.
Yeti, guru penggerak SDN Pucang I Sidoarjo rekan Agustinus dalam berkreasi merasa kehilangan dengan purna tugasnya guru berprestasi di bidang karya tari itu di bulan April 2023.
“Memang setelah menderita stroke Pak Agustinus kurang aktif berkreasi di bidang seni tari, meski semangat, ide gagasannya masih cemerlang,” ungkap Yeti yang sering berkolaborasi dengan Pak Agus dalam memacu peserta didik berkreasi dan berprestasi. (kris maryono)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi