Jika dibanding dengan hasil kinerja awal Kapolri Listyo yang 76 persen, terjadi kemerosotan 21,6 persen, akibat kasus Sambo. Yang tentunya sulit dikembalikan seperti semula. Perlu kerja keras anggota Polri.
Paparan Burhanuddin itu tidak lengkap jika tidak dikomparasi dengan pendapat akademisi. Dosen Jurusan Komunikasi, Universitas Brawijaya (UB) Malang, Rachmat Kriyantono kepada pers, Rabu 17 Agustus 2022, mengatakan:
“Polri sudah lama bercitra kurang baik. Kasus Sambo membuat citranya semakin jelek.”
BACA JUGA: Sejarah Al Capone di Kasus Putri
Dilanjut: “Ada ungkapan satire di masyarakat. Misal, kehilangan ayam jika melapor polisi bisa kehilangan sapi. Ini tanda citra Polri jelek.”
Rachmat tidak menyangkal hasil riset yang menyebutkan citra Polri pada level 67 persen, sebelum kasus Sambo. Karena itu hasil riset. Tapi, kejadian pembunuhan Yosua, membuat pola anggapan masyarakat terhadap Polri yang semula sudah kurang bagus, menjadi tidak bagus.
Rachmat: “Jadi, kasus pembunuhan Yosua itu bukan yang membuat citra Polri negatif. Bukan. Karena, sampai kini citra negatif Polri sudah sangat melekat.”

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi