KEMPALAN: Tangis pecah di makam Yosua. Ibunda Yosua, Rosti Simanjuntak histeris. Sebaliknya, Polri memakamkan kembali Yosua secara dinas, atas permintaan keluarga. Padahal, Polri mengumumkan, Yosua peleceh seks isteri jenderal.
***
PERKARA hukum ini memang tidak biasa. Tidak bisa dibandingkan dengan perkara biasa. Perhatian warga Indonesia sangat tinggi.
Indikatornya, media massa mainstream memuat berita ini setiap hari. Selalu ada yang baru. Selalu update. Tanda, bahwa pers memprediksi, minat masyarakat sangat tinggi.
Perhatian publik tertuju ke otopsi ulang. Masyarakat awam menganggap, dengan otopsi maka kerumitan perkara langsung bisa terang-benderang. Mengurai kerumitannya. Blak-blakan.
BACA JUGA: Teng… Teng… Jasad Yosua Diotopsi Lagi
Ternyata tidak begitu. Setidaknya, simaklah keterangan pers Ketua tim forensik autopsi ulang Yosua, Ade Firmansyah Sugiharto, dokter forensik dari RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.
Perhatian warga Indonesia tertuju ke situ. Ade Firmansyah Sugiharto menjelaskan. Berikut ini:
Dijelaskan dulu proses otopsi. Selama enam jam, dimulai pukul 08.46, Rabu, 27 Juli 2022, di RSUD Sungai Bahar, Jambi.
Ade Firmansyah: “Bahwa autopsi pasti memiliki beberapa kesulitan. Jenazah sudah diformalin, dan sudah mengalami beberapa derajat pembusukan yang kita antisipasi memang akan terjadi. Namun itu semua alhamdulillah kita bekerja dan mendapatkan hasil yang patut kami syukuri.”

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi