JAKARTA–KEMPALAN: Pengamat transportasi perkotaan Yayat Supriyatna mengatakan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merilis beleid integrasi tarif angkutan umum sudah efektif. Dia mengklaim inovasi orang nomor satu di ibu kota sudah banyak diterima warga.
Yayat mengaku di hari Milad Jakarta ke-495, tidak mudah mengatasi masalah kemacetan di kota berpenduduk lebih dari 10 juta ini. “Upaya lain pak Anies mengatasi kemacetan sudah ada. Salah satunya kebijakan integrasi tarif Rp 10 ribu sudah diterima salah satunya DPRD,” kata Yayat, Jumat 24 Juni 2022.
Kebijakan integrasi tarif kata Yayat ini sudah banyak dipakai banyak warga Jakarta. Dengan beleid ini orang-orang bisa beralih moda transportasi menggunakan LRT, MRT, kemudian Transjakarta dengan mudah. “Dan murah,” ujarnya.
Kemacetan di Jakarta klaim Yayat tergantung pada persoalan faktor internal dan eksternal. “Jakarta lengang ketika diterapkan PPKM 3 dan 4. Kemacetan berkurang ketika ada kegiatan yang dikurangi semisal pemberlakuan sistem kerja dari rumah (wfh) sebesar 75 persen,” ujar dia.
Penanganan transportasi perkotaan menurut Yayat juga bukan sekadar masalah manajemen kemacetan. Dia mengatakan ketika ada bencana lingkungan seperti mewabahnya Covid-19, kemacetan otomatis berkurang.
Yayat mengatakan salah satu hal yang perlu dilanjutkan dalam mengatasi kemacetan adalah mengubah pola pikir orang dalam melakukan bepergian. Pemberlakuan kebijakan ganjil-genap katanya tidak mengubah cara pikir warga. “Contohnya orang yang memiliki dua kendaraan mobil memiliki nomor ganjil dan genap. Ini untuk mensiasati bepergian,” katanya. (kba)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi