Mantap, Samator Kembali ke Final Proliga

waktu baca 2 menit
Perayaan kesuksesan Surabaya Bhayangkara Samator lolos ke babak final four. (Foto: Instagram Bhayangkara Samator)

BOGOR-KEMPALAN: Klub juara bertahan Proliga Surabaya Bhayangkara Samator berpotensi untuk mengulangi suksesnya merajai turnamen bola voli paling bergengsi di Indonesia tersebut. Itu setelah Bhayangkara Samator memastikan satu tempat di babak grand final yang berlangsung 27 Maret mendatang.

Kepastian tersebut didapatkan setelah Nizar Julfikar dkk memenangi laga ketiganya dalam babak final four Proliga, Sabtu (19/3). Bhayangkara Samator mengalahkan Jakarta BNI 46 3-1 (26-28, 25-22, 25-22, 25-23).

BACA JUGA: Lebih Fresh, Bhayangkara Samator Akhiri Rangkaian Kemenangan LavAni

Dengan kemenangan tersebut, Bhayangkara Samator mengemas delapan poin dari tiga kali main. Skuad besutan Sigit Ari Widodo tersebut pun meninggalkan Bogor LavAni dengan selisih empat poin.

Dengan selisih empat poin, Bhayangkara Samator pun tak terkejar lagi statusnya untuk jadi juara final four Proliga 2022 kali ini. Mereka pun berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 40 juta.

BACA JUGA: Samator Menang Lagi, Sigit AW: Kami Sudah 80 Persen Aman ke Final

Tak hanya puas dengan pencapaian sebagai juara final four di kategori putra, tim yang bermarkas di Bambe, Driyorejo, Gresik itu pun ingin menuntaskan musim ini dengan gelar juara. Sekaligus mempertahankan statusnya sebagai penguasa Proliga.

Bukan sekadar gembira membawa Bhayangkara Samator lolos ke final, bagi Sigit ini sudah bisa melebihi kegembiraan seperti ketika dirinya musim lalu duduk sebagai asisten Ibarsjah Djanu Tjahjono.

BACA JUGA: Bhayangkara Samator Bukan Lagi Tim Rivan

’’Kalau dulu saya jadi asisten pelatihnya mas Ibarsjah, sekarang saya sendiri yang membawanya (Samator lolos ke final),’’ sebut Sigit. Keuletannya dalam memoles anak asuhnya yang menjadi kunci di balik kesuksesannya tersebut.

Sigit pun mengungkapkan bagaimana anak asuhnya merasakan kebosanan ketika dia harus selalu meminta pemainnya supaya belajar dari kesalahan pada laga-laga sebelumnya. Baik itu pada fase defense atau offense.

’’Meski demikian, saya terus mengingatkannya (para penggawa Bhayangkara Samator). Dengan cara seperti itu saya bisa memoles kelemahan yang mereka miliki,’’ ungkap Sigit. Kini, Samator masih tinggal menanti klub mana yang akan jadi lawan mereka di babak grand final nanti.

BACA JUGA: Sigit Ari Widodo dan Jalan Mengikuti Jejak “Ibarsjah”

Sejauh ini, LavAni klub yang terdekat jaraknya dengan Samator. Sedangkan dua klub kontestan final four lainnya, Jakarta BNI 46 dan Jakarta Pertamina Pertamax masih belum mengemas sebiji poin sekalipun.

Bedanya, JPX (singkatan nama Pertamina Pertamax) belum menjalani satu laga sekalipun. Sebab ketika mereka akan bertanding melawan LavAni, laga tersebut ditunda karena ada pemain salah satu tim yang dinyatakan positif Covid-19. (Yunita Mega Pratiwi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *