Postingan ini juga langsung menuai polemik. Diketahui, Batik Parang merupakan motif tertua yang berasal dari Indonesia. Bentuk huruf S yang terjalin tidak terputus menggambarkan semangat yang tidak pernah padam.
Motif Batik Parang berupa pengulangan garis diagonal sejajar yang berpotongan dengan garis lain, sehingga menimbulkan stilir yang menyerupai pisau (parang) atau keris. Varian motifnya cukup banyak. Di Jawa Tengah misalnya, terdapat Parang Rusak, Parang Barong. Lalu ada Parang Merak di Tasikmalaya dan Parang Dermayon di Indramayu.
Dulu, Parang Barong hanya boleh digunakan oleh raja pada acara-acara tertentu saja. Barong, berarti singa dan mencerminkan sesuatu yang agung serta besar, seperti raja. Sementara Parang Kecil, biasa dikenakan para putri atau wanita di kalangan kerajaan. Parang Kecil mengesankan wanita yang lebih lembut dan feminin.
Sementara Parang Rusak cuma bisa dipakai oleh penguasa dan ksatria karena melambangkan ombak yang selalu menghantam karang pantai; tak pernah menyerah, berani dan gigih.
Kehebohan itu pun sampai-sampai membuat sang desainer gaun kontroversial angkat bicara. Di situs Dona Plant Base, sang desainer Vanessa Toolseram, beberapa kali mengeluarkan pernyataan yang mempertegas. batik dari Jawa adalah inspirasi utamanya.
Salah satu pernyataan tersebut dapat ditemukan di deskripsi galeri foto katalog koleksinya yang menampilkan seorang tengah menari dalam balutan atasan batik model halter-neck.
“Memakai batik tradisional Jawa dalam siluet yang modern sambil menari dengan iringan musik gamelan Jawa. Latar belakangnya mewakili senja matahari saat langit berubah dari terang menjadi gelap. Kita menyebutnya momen yang ajaib,” tulis Vanessa.
Pernah Diklaim China
Klaim terhadap batik juga pernah dilakukan oleh China. Tahun lalu, media asal China, Xinhua News menyebut bahwa batik adalah kerajinan tradisional yang umum di kalangan etnis China. Dan sudah ada di negara itu sejak lama.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi