SURABAYA-KEMPALAN: Kamis (2/8) Rumah Dinas Wakil Walikota Surabaya Armuji didatangi lima orang wali murid yang telah diterima di SMP Negeri melalui jalur Mitrawarga namun tetap diminta membeli seragam.
Pengaduan tersebut disampaikan sejumlah Walimuridnya karena di masa pandemi Covid – 19 , diharuskan membayar biaya seragam dengan harga Rp 1.300.000 hingga Rp 1.500.000 cukup memberatkan.
Wakil Walikota Armuji menyampaikan bahwa siswa Mitra warga mulai dari biaya operasional hingga personal seperti seragam merupakan kewajiban pemerintah kota untuk memenuhi.

” Kita telah mengatur dalam Regulasi Penyelenggaraan Pendidikan dan Hibah Biaya Pendidikan Daerah , Siswa Tidak mampu tidak boleh ditarik biaya seragam” , kata Armuji
Dirinya juga memberikan bantuan untuk pelunasan seragam siswa – siswi tersebut , dalam pertemuan itu ia juga menyampaikan akan segera berkoordinasi dengan dinas pendidikan untuk melakukan pengawasan terhadap program pemerintah kota di bidang pendidikan.
” Untuk ini saya bantu lunasi seragamnya , tapi bagi yang lainnya kami pastikan bahwa sekolah negeri khususnya SMP Negeri tidak boleh menarik siswa MBR yang diterima jalur Mitrawarga dengan alasan apapun” , imbuh mantan ketua DPRD Kota Surabaya dua periode tersebut
Dalam suasana hangat tersebut para orang tua murid mengucapkan terimakasih atas perhatian dan kepedulian wakil walikota armuji terhadap warga tidak mampu. (*)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi