Kamis, 18 Juni 2026, pukul : 21:49 WIB
Surabaya
--°C

Sarmuji Minta Pemerintah Beri Beasiswa Anak Yatim Korban Covid-19

SURABAYA-KEMPALAN: Pandemi Covid-19 memunculkan banyak problem. Diantaranya memaksa anak menjadi yatim piatu ketika salah satu atau kedua orang tua mereka meninggal akibat Covid.

Lalu bagaimana tanggapan Ketua DPD Golkar Jawa Timur sekaligus Anggota Komisi Xl DPR RI, M. Sarmuji mengenai hal ini? Ia meminta pemerintah memberikan beasiswa bagi anak yatim yang orang tuanya meninggal karena Covid-19.

Sarmuji mengatakan, pendidikan adalah fase untuk menambahkan kecakapan dalam perkembangan kehidupan manusia. Selain itu pendidikan merupakan sarana yang sangat penting bagi mobilitas vertikal masyarakat.

“Kehilangan kesempatan belajar berarti kehilangan kesempatan dalam mobilitas vertikal, kehilangan kesempatan untuk memperbaiki taraf hidup. Bagi anak yang kehilangan orang tuanya, malah bisa mengalami penurunan taraf hidup di masa depan jika pendidikannya tidak terperhatikan,” ungkap Sarmuji kepada awak media di Surabaya, Senin (9/8)

Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 76/2021 adalah momentum sangat tepat untuk memberikan perhatian kepada mereka. Pemerintah harus harus hadir untuk menyelamatkan Pendidikan anak Yatim korban Covid-19

Cak Sar, panggilan akrap Sarmuji, menilai kondisi ekonomi yang masih belum pulih seutuhnya ditambah dengan kehilangan orang tua menjadi ancaman tersendiri bagi siswa untuk terus melanjutkan pendidikan.

“Jika pemerintah memberikan beasiswa bagi anak-anak yatim yang orang tuanya meninggal karena Covid-19, maka mereka masih bisa mengakses pendidikan walaupun kondisi ekonomi masih belum stabil sepenuhnya,” ungkap Ketua Ikatan Alumni Universitas Jember (KAUJE) tersebut.

Selain berfokus pada penyiapan pembangunan infrastruktur dan teknologi pengajaran di masa pendemi, pemerintah juga harus memikirkan bagaimana nasib anak-anak yang orang tuanya meninggal karena Covid.

Sarmuji menambahkan bahwa ancaman dari ketiadaan akses pendidikan bagi anak usia sekolah akan menimbulkan permasalahan sosial di kemudian hari seperti pekerja usia dini dan pernikahan di bawah umur.

“Untuk itu pemberian beasiswa ini bukan saja untuk menjaga akses pendidikan bagi anak tetapi menyelamatkan satu generasi di masa mendatang,” tegas Sarmuji.  (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.