TOKYO-KEMPALAN: Pemerintah Jepang terus memantapkan langkah kerjasama dengan Inggris untuk pengembangan mesin jet tempur F-2 AU Bela Diri Jepang. Dilansir dari The Asahi Shimbun, Sabtu (3/6), sejumlah sumber internal pemerintahan Jepang menyebut, bulan Juni lalu, Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga, telah membahas kerjasama ini dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Dua kepala pemerintahan ini bertemu di sela-sela berlangsungnya KTT Kelompok Tujuh yang digelar di London.
Selanjutnya, sejumlah pejabat Kementerian Pertahanan mengunjungi Inggris akhir Juni, guna membicarakan penuntasan rincian kerjasama dengan mitra mereka di Inggris. Sumber pemerintah Jepang juga menambahkan, produsen alat berat IHI Corp. akan bekerja sama dengan Rolls-Royce Inggris dalam pengembangan mesin.
Diharapkan, kerjasama bilateral ini dirancang bukan saja untuk mengurangi biaya, tetapi juga membuka peluang ekspor peralatan di masa depan. Namun, prospek kelanjutan kerja sama Jepang – Inggris ini tetap dipertanyakan kelanjutannya karena perakitan jet utama akan ditangani oleh perusahaan Jepang bersama dengan pabrikan AS.
Sejumlah jet tempur baru Jepang akan menggantikan 91 jet F-2 yang akan mulai dinonaktifkan mendakati tahun 2035. Pemerintah Jepang telah menggulirkan Program Pertahanan Jangka Menengah yang diputuskan pada akhir 2018. Dalam program ini disebut, pengembangan jet tempur generasi berikutnya akan dipimpin perusahaan Jepang tetapi melibatkan kerja sama internasional.
Pada 2020, Kementerian Pertahanan Jepang memilih Mitsubishi Heavy Industries Ltd. sebagai perusahaan inti. Mitsubishi memimpin proyek pengembangan. Sedangkan untuk mitra pengembangannya, Jepang telah memilih Lockheed Martin Corp. dari Amerika Serikat.
Pejabat Lockheed Martin telah melakukan beberapa kunjungan ke Jepang tahun ini guna membahas proyek tersebut dengan pejabat Mitsubishi Heavy Industries.
Akan tetapi, sebuah sumber Kementerian Pertahanan Jepang mengakui ada kekhawatiran. Terkait memisahkan pengembangan mesin dengan perusahaan Inggris dari pengembangan keseluruhan yang dilakukan dengan perusahaan Amerika. (The Asahi Shimbun, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi