TASHKENT-KEMPALAN: Kementerian Kehakiman Uzbekistan mengumumkan pada Senin (21/6), mereka telah menolak pendaftaran partai oposisi yang baru saja dibentuk. Pejabat Uzbekistan mengatakan partai Truth and Progress telah gagal mengumpulkan 20.000 tanda tangan yang dibutuhkan untuk pendaftaran.
“Hanya 9.873 tanda tangan yang terkumpul … atas dasar ini, pendaftaran (Truth and Progress) belum disetujui,” ujar Kementerian tersebut seperti yang dikutip Kempalan dari Eurasianet. Di bawah UU Pemilu Uzbekistan, tanda tangan perlu dikumpulkan dari delapan wilayah dan ibukotanya, Tashkent.
Kementerian Kehakiman mengatakan penolakannya untuk mendaftarkan partai Truth and Progress semata-mata untuk masalah teknis. Dikatakan dalam pernyataannya, mereka telah menerima petisi dari lebih dari 2.200 warga yang meminta agar nama mereka dihapus dari daftar yang mendukung pendaftaran partai.
Partai Truth and Progress dibangun oleh mantan dosen, Khidirnazar Allakulov yang berusaha untuk mengumpulkan dukungan ditengah-tengah gangguan dari pihak berwenang. Ia sempat ditahan pihak berwenang dan dibawa ke Kota Andijan di Lembah Ferghana untuk diinterogasi ketika ia akan memimpin kongres partainya pada Februari lalu.
Radio Ozodlik, melaporkan pada Senin (21/6), aparat penegak hukum mengadakan pertemuan dengan mahasiswa di seluruh negeri dan mendesak mereka untuk menahan diri dari bergabung dengan partai politik yang baru dibentuk, desakan itu pastinya merujuk pada Partai Truth and Progress. Di Surkhandaryo, mahasiswa Universitas Negeri Termez, di mana Allakulov pernah menjadi rektornya, diperintahkan untuk menyebarkan kritik yang sama di antara kelompok sebaya mereka. (Eurasianet, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi