MOSKOW-KEMPALAN: Presiden memberikan pidatonya pada Selasa (22/6) setelah upacara menandai peringatan 80 tahun invasi ke Uni Soviet oleh Nazi Jerman. Great Patriotic War merenggut nyawa hampir 27 juta tentara dan warga sipil Soviet dan berakhir pada Mei 1945, ketika Nazi Jerman menyerah.
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri upacara di Makam Prajurit Tak Dikenal di Moskow dekat tembok Kremlin, untuk menghormati kenangan para tentara Soviet yang mengorbankan hidup mereka selama Perang Dunia Kedua, berperang melawan agresor.
“Hari ini adalah tanggal yang tragis, karena Great Patriotic War dimulai tepat 80 tahun yang lalu. Cicit dari mereka yang berdiri untuk membela tanah air kita pada tahun 1941 sejak menit pertama serangan berbahaya Nazi sudah di depan mata. Tapi ini hari, 22 Juni masih bergema dengan kemarahan dan kesedihan di hati semua generasi … Karena kesengsaraan dan tahun-tahun mengerikan itu benar-benar terpatri dalam ingatan kita,” kata Putin seperti yang dikutip Kempalan dari Sputnik.
Sebelumnya pada hari itu, presiden menulis sebuah artikel, berjudul “Menjadi Terbuka Terlepas dari Masa Lalu”, bertepatan dengan peringatan ke-80 awal dari apa yang dikenal di Rusia dan bekas Uni Soviet sebagai Great Patriotic War. Putin menyampaikan dalam artikel tersebut bahwa kebenaran mengenai perang tersebut adalah pasukan merah datang ke Jerman dengan misi pembebasan.
Dalam artikel yang diterbitkan di surat kabar Jerman Die Zeit pada Selasa (22/6), Putin menggambarkan ingatan para pahlawan yang berperang melawan Nazisme sebagai “suci,” dengan mengatakan “kami mengingat dengan rasa terima kasih kepada sekutu dalam koalisi anti-Hitler, peserta Gerakan perlawanan, dan anti-fasis Jerman yang membawa kemenangan kita bersama lebih dekat.”
“Meskipun upaya untuk menulis ulang halaman masa lalu yang dibuat hari ini, kenyataannya adalah tentara Soviet datang ke Jerman bukan untuk membalas dendam pada Jerman, tetapi dengan misi pembebasan yang mulia dan besar,” katanya seperti yang dikutip dari TASS.
“Kami bangga dengan keberanian dan ketabahan para pahlawan Tentara Merah dan pekerja rumah tangga, yang tidak hanya membela kemerdekaan dan martabat tanah air kami, tetapi juga menyelamatkan Eropa dan dunia dari perbudakan. Kami menyimpan kenangan para pahlawan, yang berjuang melawan Nazisme,” ujar Presiden Rusia itu.
Ia juga menjelaskan, meskipun Jerman di bawah Nazi dan Uni Soviet telah berhadap-hadapan, namun usai Perang Dunia Kedua dan Perang Dingin, hubungan keduanya berangsur-angsur membaik kembali, salah satunya melalui pasokan gas alam ke Eropa yang memprakarsai banyak proyek masa depan, termasuk pembangunan saluran gas Nord Stream. (Sputnik/TASS, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi