Kanada

Empat Orang Tewas, Justin Trudeau: Islamofobia Tidak Memiliki Tempat di Kanada

  • Whatsapp
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau berjabat tangan setelah berbicara di sebuah masjid untuk memperingati hari raya Idul Adha di Ottawa, Ontario, Kanada 12 September 2016. (REUTERS/Chris Wattie)

TRENTON-KEMPALAN: Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengungkapkan rasa sedihnya pada Senin (7/6) karena empat anggota keluarga Muslim yang terbunuh ketika supir pickup sengaja menabrak mereka di London, Ontario.

“Saya ngeri dengan berita dari London, Ontario,” cuit perdana menteri. “Kepada orang-orang terkasih dari mereka yang diteror oleh aksi kebencian [Minggu] kemarin, kami di sini untuk Anda,” ujar Trudeau dalam unggahannya di Twitter yang dikutip Kempalan dari Anadolu Agency.

“Untuk komunitas Muslim di London dan Muslim di seluruh negeri, ketahuilah bahwa kami bersama kalian. Islamofobia tidak memiliki tempat di manapun di komunitas kita. Kebencian ini berbahaya dan tercela – ia harus berhenti,” tambah Trudeau.

Anggota keluarga lainnya, seorang anak laki-laki yang berumur sembilan tahun, juga ditabrak dan dia berada di rumah sakit dalam kondisi serius tetapi tidak mengancam jiwa.

“Kami juga di sini untuk anak yang masih dirawat di rumah sakit – hati kami tertuju kepada Anda, dan Anda akan berada dalam pikiran kami saat Anda pulih,” cuit Trudeau.

Sementara nama-nama korban belum dirilis, polisi mengatakan yang meninggal adalah seorang wanita berusia 74 tahun, seorang pria 46 tahun, seorang wanita 44 tahun, dan seorang gadis berusia 15 tahun. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.40 WIB pada Minggu (6/6).

Polisi mengatakan sang pengemudi pickup, yang mengenakan alat yang mirip dengan pelindung tubuh, ditangkap tak lama kemudian sekitar tujuh kilometer dari tempat kejadian. Sopir pickup itu, Nathaniel Veltman telah didakwa dengan empat tuduhan pembunuhan tingkat pertama dan satu percobaan pembunuhan, kata polisi. Veltman dijadwalkan hadir di pengadilan pada Senin malam.

“Ada bukti bahwa ini adalah tindakan yang direncanakan dan dipikirkan, dan bahwa keluarga itu menjadi sasaran karena keyakinan Muslim mereka,” kata Inspektur Detektif Polisi London Paul Waight pada konferensi pers.

“Biar saya perjelas, ini adalah tindakan pembunuhan massal yang dilakukan terhadap Muslim, terhadap warga London, dan berakar pada kebencian yang tak terkatakan,” kata Walikota Ed Holder dalam konferensi pers virtual pada Senin (7/6). (Anadolu Agency, reza hikam)

Berita Terkait