Kamis, 30 April 2026, pukul : 02:14 WIB
Surabaya
--°C

Ingin Gabung ISIS, Pemuda Ini Diringkus Polisi

SEATTLE-KEMPALAN: Seorang pria Seattle berusia 20 tahun menghadapi tuduhan terkait terorisme setelah dia ditangkap ketika mencoba naik pesawat untuk bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak-Suriah (ISIS), Departemen Kehakiman AS mengatakan Selasa (1/6).

Menurut pengaduan pidana yang dibuka pada hari Selasa di Pengadilan Distrik AS di Seattle, Elvin Hunter Bgorn Williams ditangkap pada hari Jumat (28/5) di Bandara Internasional Seattle-Tacoma ketika dia check-in untuk penerbangan ke Kairo, Mesir. Pengaduan itu mengatakan anggota masjid di wilayah Seattle yang telah mencoba untuk deradikalisasi Williams mengatakan kepada FBI bahwa ia terus mendukung kekerasan dan ekstremisme.

Williams muncul dalam video awal di pengadilan pada Selasa dengan tuduhan memberikan dukungan material kepada organisasi teroris. Corey Endo, asisten pembela umum federal, ditunjuk untuk mewakili Williams, yang diperintahkan ditahan sambil menunggu proses lebih lanjut. Endo menolak berkomentar setelah sidang.

Pengaduan itu menggambarkan Williams sebagai “swa-radikalisasi” dan mengatakan, dia pertama kali menjadi perhatian FBI ketika dia berusia 16 tahun. Saat itulah administrator di sekolah menengahnya melaporkan bahwa dia memberi tahu orang lain bahwa dia ingin bergabung dengan ISIS dan serangan teroris fatal di sebuah Konser Ariana Grande di Inggris itu dibenarkan dari cara berpakaian penyanyi itu.

Pada saat itu, ibunya mengatakan kepada FBI, Williams telah diblokir di media sosial karena unggahannya yang pro-ISIS dan dia memutus layanan internet di rumah mereka untuk mencegahnya mengakses situs-situs ekstremis, kata pengaduan itu.

“Terdakwa ini terbukti gigih dalam usahanya untuk bergabung dengan ISIS – berbicara dengan antusias tentang tindakan pertumpahan darah yang mengerikan di Timur Tengah dan di sini di rumah,” ujar Tessa Gorman, penjabat pengacara AS untuk negara bagian Washington barat dalam rilis berita yang dikutip Kempalan dari Voice of America.

“Saya ingin memuji warga yang menghubungi penegak hukum – termasuk keluarga dan komunitas agamanya – mengungkapkan keprihatinan tentang radikalisasi terdakwa,” tambahnya. Ia menambahkan, komplain terhadapnya mengatakan, Williams ingin menjadi “penjagal” atau “penembak senapan mesin” ketika bergabung dengan ISIS. (Voice of America, reza hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.