Amerika Serikat

Impikan Trump Jadi Presiden Lagi, Flynn Serukan Kudeta Myanmar di AS

  • Whatsapp
Michael Flynn, mantan penasehat keamanan Trump.

WASHINGTON-KEMPALAN: Mantan presiden AS, Donald Trump, yang kalah dalam pemilihan Gedung Putih baru-baru ini dari Joe Biden, telah menolak untuk menerima hasil pemilihan November 2020, terus membuat klaim bahwa kemenangan Biden adalah hasil dari “penipuan pemilih” besar-besaran.

Mantan Presiden AS Donald Trump, menurut jurnalis NY Times Maggie Haberman, telah memberi tahu “sejumlah orang” bahwa ia akan mendapatkan kembali gelarnya sebagai presiden AS “pada Agustus”.

“Trump telah memberi tahu sejumlah orang yang dia hubungi bahwa dia berharap dia akan dipulihkan pada bulan Agustus (tidak, itu bukan cara kerjanya tetapi hanya berbagi informasi),” cuit Haberman, melampirkan video laporan CNN di Twitter mengutip mantan penasihat keamanan nasional Michael Flynn yang dikutip Kempalan dari Sputnik News.

Haberman melanjutkan dengan mencatat, hal itu tidak “terjadi dalam ruang hampa”, menunjuk pada bagaimana Trump “menghadapi kemungkinan dakwaan dari Jaksa Manhattan”. Wartawan itu juga mengatakan bahwa mantan presiden telah “terfokus” pada audit pemilu.

Sebelumnya pada hari Senin, Flynn, berbicara pada konferensi tanya-jawab di Texas, muncul untuk menyuarakan dukungan untuk kudeta gaya Myanmar terjadi di Amerika Serikat, menyatakan bahwa hal itu “harus terjadi”.

Video itu dengan cepat menjadi viral dan memicu reaksi keras dari banyak orang, dengan beberapa pengamat menunjuk pada laporan yang menunjukkan bahwa penganut tanya-jawab itu mendukung gagasan kudeta yang serupa dengan yang terjadi di Myanmar di AS dan menempatkan Trump kembali di Gedung Putih.

“Biarkan saya menjadi SANGAT JELAS – TIDAK ada alasan apapun untuk kudeta di Amerika, dan saya tidak dan tidak pernah menyerukan tindakan semacam itu”, tulis Flynn.

“Saya tidak asing dengan media yang memanipulasi kata-kata saya dan oleh karena itu izinkan saya mengulangi tanggapan saya atas pertanyaan yang diajukan di konferensi: Tidak ada alasan (kudeta) harus terjadi di sini (di Amerika),” tambahnya. (Sputnik, reza hikam)

Berita Terkait