Pasuruan

Demi Naikkan PAD, Lahan Senkuko Jangan Cuma Disewakan

  • Whatsapp
Lahan Senkuko di dalam Pasar Kebonagung, Kota Pasuruan.

PASURUAN-KEMPALAN: Perjanjian sewa lahan Senkuko di dalam Pasar Kebonagung, Kota Pasuruan, bakal memasuki babak baru. Anggota Komisi II DPRD Kota Pasuruan Sabilal Rasyad Tuanaya SE menyarankan Pemkot Pasuruan agar segera menata ulang perjanjian kerjasama pemanfaatan lahan strategis tersebut.

”Idealnya, perjanjian kerjasama pemanfaatan sebagaimana yang diatur dalam PP No 27/2014 dan PP 28/2020 dengan model yang akan membuat pendapatan tidak hanya dari sewa lahan tapi juga mendapatkan profit dari usaha di atas lahan Senkuko tersebut, apalagi letak aset Pemkot tersebut sangat strategis,” jelas pria yang akrab disapa pak Bilal ini ketika dihubungi Kempalan, Rabu (26/05/).

Pasar Kebonagung Kota Pasuruan yang berlokasi di depan persimpangan jalan besar menuju ke luar-masuk kota tentu menjadi tempat strategis untuk kegiatan ekonomi dan bisnis. Bilal menjelaskan, seharusnya dengan melihat potensi aset pasar tersebut, maka isi perjanjian sewa lahan kurang mencukupi guna menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Pasuruan.

Direncanakan, DPRD kota Pasuruan akan segera membuat Pansus terkait perjanjian sewa lahan Senkuko ini. Terutama untuk melihat kejelasan data perjanjian sewa lahan Senkuko. ”Selain adenddum, opsi-opsi lain juga akan dibicarakan secara mendalam pada pansus tersebut,” tutur politisi PKS ini lebih lanjut.

Dari data yang disampaikan pemkot, pihak penyewa senkuko sendiri sempat beberapa kali tidak memberikan kontribusi sebagaimana yang diatur dalam perjanjian sewa lahan tersebut.

Sedangkan dalam PP No 28/2020 perubahan atas PP No 27/2014, memang telah diatur bagaimana perjanjian kerja sama pengelolaan aset daerah maksimal berlakunya lima tahun (Pasal 29 ayat 2). Dan pihak pengelola aset tersebut wajib untuk membayar keseluruhan biaya sewa di depan/sebelum perjanjian tersebut ditandatangani (dalam pasal 29 ayat 9).

”Dua ayat dalam pasal 29 PP No 28/2020 akan menjadi pegangan kami dalam meninjau ulang perjanjian sewa lahan Senkuko tersebut,” tegas Bilal. (roslinormansyah)

Berita Terkait