Investasi

BKPM Siapkan Strategi untuk Dongkrak Investasi di Sektor Inovasi dan Teknologi

  • Whatsapp
Gedung BKPM

JAKARTA-KEMPALAN: Di tengah dunia yang serba inklusif, Indonesia sedang menyiapkan berbagai skema untuk mendorong perekonomian bangsa. Dimana Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM yang juga bertindak sebagai Kementerian Investasi, sedang melakukan skema untuk menarik di sektor inovasi dan teknologi.

Hal ini juga telah diselaraskan pada sebuah diskursus yang berkolaborasi dengan Bank Pembangunan Asia (Asia Development Bank). Dimana kemapuan adaptif mengenai inovasi dan teknologi memiliki potensi yang besar. Tentu kondisi ini dapat mengakselerasikan eskalasi pertumbuhan ekonomi secara 0,55 persen per tahun selama dua dekade ke depan.

“Research and development dalam peningkatan nilai tambah penanaman modal dalam negeri termasuk fokus Kementerian Investasi. Setiap sektor nanti akan didorong ada inovasi dalam rangka pendalaman sektor penanaman modal,” ucap Yuliot selaku Deputi Deregulasi Penanaman Modal BKPM dalam siaran pers, pada Jumat (28/5).

Ia mengutarakan bahwa BKPM telah prepare terkait sejumlah rangsangan atau stimulus fiscal bagi para investor. Para investor ini memiliki peranan dalam proses penanaman modal di sektor inovasi dan teknologi.

Bentuk dari rangsangan ini, yaitu tax holiday dan super deduction tax. Dimana sektor inovasi dan teknologi memiliki prediksi yang sifatnya positif. Diantaranya mobil listrik, baterai mobil listrik, dan produk inovatif yang memiliki dampak resiko yang relatif rendah.

Menilik hal ini, Bahlil Lahadalia selaku Menteri Investasi, akan membuka gerbang selebar-lebarnya bagi para investor di sektor inovasi dan teknologi. Ia berkomitmen untuk tidak akan mempersulit dari adanya investasi yang masuk ke Indonesia.

“Silakan investor datang saja bawa teknologi, bawa modal dan sebagian pasar. Biarlah izin nanti negara yang akan bantu. Pengusaha yang serius melakukan investasi dan realisasi, pasti kita akan dorong,” imbuh Bahlil.

Pria asal Maluku ini, optimis dengan pertumbuhan investasi ini. Dimana akan menjadi salah satu benteng kokoh dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tahun 2021. Pasalnya, kontribusi pada dimensi investasi dapat mencapai 30-35 persen yang linear dengan peningkatan produk domestic bruto (PDB). (Rafi Aufa Mawardi)

Berita Terkait